Jakarta (ANTARA) - Petinju Ellie Scotney dan Mayelli Flores dijadwalkan naik ring pada 5 April di Olympia London, Inggris, untuk penyatuan gelar juara dunia kelas super bantam putri (55,3 kg) dari empat organisasi tinju dunia.
"Pertarungan itu memiliki implikasi langsung terhadap penentuan juara tak terbantahkan di divisi tersebut, sehingga meningkatkan level kompetitif tinju wanita lebih jauh lagi," demikian pernyataan World Boxing Council (WBC) dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Rabu.
Scotney akan naik ring sebagai juara dunia kelas bantam super putri yang memegang tiga sabuk yaitu WBC, International Boxing Federation (IBF), dan World Boxing Organization (WBO).
Petinju asal Inggris itu dalam beberapa tahun terakhir tampil konsisten dengan kemampuan teknik yang solid serta strategi bertarung yang matang sehingga mampu menguasai sebagian besar sabuk utama di divisinya.
Juara asal Inggris yang belum terkalahkan dengan 11 kemenangan itu akan berjuang menegaskan dominasinya di kelas 122 pon.
Rekor tak terkalahkan tersebut menunjukkan stabilitas performa sejak menjalani karir profesional dan menjadikannya salah satu figur paling menonjol di divisi super bantam putri.
Tampil di hadapan pendukung tuan rumah juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Ellie untuk berjuang memperkuat posisinya sebagai salah satu petinju terbaik di divisi super bantam putri.
Baca juga: Mantan juara dunia WBC Wilder hadapi Chisora demi peluang lawan Usyk
Dukungan publik London diperkirakan menambah motivasinya untuk mempertahankan tiga sabuk yang dimiliki sekaligus mencoba merebut sabuk keempat.
Tantangan bagi Ellie tidak mudah karena akan menghadapi petinju berbahaya asal Meksiko, Mayelli Flores, yang memegang sabuk juara dunia kelas bantam super putri WBA. Flores dikenal sebagai petinju yang memiliki determinasi tinggi serta kemampuan menyerang yang agresif di atas ring.
Mayelli yang membukukan rekor 13 kemenangan (empat KO), satu kekalahan, dan satu seri, akan memberikan ancaman nyata melalui gaya bertarung agresif, tekanan konstan di atas ring. Ia bertekad menjadi juara tak terbantahkan serta mengukuhkan posisinya di jajaran elite tinju dunia.
Mayelli juga memiliki pengalaman menghadapi berbagai lawan dengan gaya berbeda sehingga diyakini mampu memberikan perlawanan sengit dalam laga tersebut.
WBC menyatakan bahwa dengan gelar dari empat organisasi besar yang dipertaruhkan, pertarungan ini menjadi salah satu yang terpenting tahun ini di divisi tersebut, dengan kesempatan untuk menentukan sosok dominan di panggung global.
Baca juga: Nasukawa dan Estrada naik ring rebut peluang hadapi juara dunia WBC
Baca juga: Jerusalem dan Kuse siapkan laga ulang demi gelar juara dunia WBC
"Pertarungan itu memiliki implikasi langsung terhadap penentuan juara tak terbantahkan di divisi tersebut, sehingga meningkatkan level kompetitif tinju wanita lebih jauh lagi," demikian pernyataan World Boxing Council (WBC) dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Rabu.
Scotney akan naik ring sebagai juara dunia kelas bantam super putri yang memegang tiga sabuk yaitu WBC, International Boxing Federation (IBF), dan World Boxing Organization (WBO).
Petinju asal Inggris itu dalam beberapa tahun terakhir tampil konsisten dengan kemampuan teknik yang solid serta strategi bertarung yang matang sehingga mampu menguasai sebagian besar sabuk utama di divisinya.
Juara asal Inggris yang belum terkalahkan dengan 11 kemenangan itu akan berjuang menegaskan dominasinya di kelas 122 pon.
Rekor tak terkalahkan tersebut menunjukkan stabilitas performa sejak menjalani karir profesional dan menjadikannya salah satu figur paling menonjol di divisi super bantam putri.
Tampil di hadapan pendukung tuan rumah juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Ellie untuk berjuang memperkuat posisinya sebagai salah satu petinju terbaik di divisi super bantam putri.
Baca juga: Mantan juara dunia WBC Wilder hadapi Chisora demi peluang lawan Usyk
Dukungan publik London diperkirakan menambah motivasinya untuk mempertahankan tiga sabuk yang dimiliki sekaligus mencoba merebut sabuk keempat.
Tantangan bagi Ellie tidak mudah karena akan menghadapi petinju berbahaya asal Meksiko, Mayelli Flores, yang memegang sabuk juara dunia kelas bantam super putri WBA. Flores dikenal sebagai petinju yang memiliki determinasi tinggi serta kemampuan menyerang yang agresif di atas ring.
Mayelli yang membukukan rekor 13 kemenangan (empat KO), satu kekalahan, dan satu seri, akan memberikan ancaman nyata melalui gaya bertarung agresif, tekanan konstan di atas ring. Ia bertekad menjadi juara tak terbantahkan serta mengukuhkan posisinya di jajaran elite tinju dunia.
Mayelli juga memiliki pengalaman menghadapi berbagai lawan dengan gaya berbeda sehingga diyakini mampu memberikan perlawanan sengit dalam laga tersebut.
WBC menyatakan bahwa dengan gelar dari empat organisasi besar yang dipertaruhkan, pertarungan ini menjadi salah satu yang terpenting tahun ini di divisi tersebut, dengan kesempatan untuk menentukan sosok dominan di panggung global.
Baca juga: Nasukawa dan Estrada naik ring rebut peluang hadapi juara dunia WBC
Baca juga: Jerusalem dan Kuse siapkan laga ulang demi gelar juara dunia WBC





