Jakarta, VIVA - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance mencatat penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp5,94 triliun atau tumbuh 9,35 persen hingga 31 Desember 2025 jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Total aset meningkat 6,08 persen menjadi Rp7,37 triliun dan ekuitas naik 4,81 persen menjadi Rp1,98 triliun. Perseroan juga membukukan laba bersih Rp142,55 miliar dengan Return on Asset (ROA) 2,41 persen dan Return on Equity (ROE) 7,45 persen.
Sementara itu, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio nonperforming finance atau NPF gross 2,17 persen dan NPF net 0,95 persen.
Pencapaian tersebut menunjukkan pengelolaan risiko yang prudent serta penerapan prinsip kehati-hatian yang konsisten di tengah dinamika dan persaingan ketat di industri pembiayaan atau multifinance Indonesia.
Sebagai upaya untuk memperkuat struktur permodalan, WOM Finance telah melakukan penerbitan obligasi melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap II Tahun 2025 dengan nilai sebesar Rp1,5 triliun.
Selain itu, perseroan juga memperoleh tambahan fasilitas kredit dari perbankan sebesar Rp1,65 triliun. "Di tengah kondisi ekonomi dan persaingan bisnis yang cukup menantang, kami berhasil membukukan kinerja yang solid," ungkap Direktur WOM Finance Cincin Lisa Hadi, di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.
Bukan itu saja. WOM Finance juga mengubah susunan anggota dewan komisaris, direksi, dan juga dewan pengawas syariah yang ditetapkan sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
1. Steffano Ridwan (Komisaris Utama).
2. Thillagavathy Nadason (Komisaris).
3. Taufik Aulia (Komisaris).
4. Sarastri Baskoro (Komisaris Independen).
5. Rallyati Arianto Wibowo, SE (Komisaris Independen).
Direksi:
1. Cincin Lisa Hadi (Direktur).
2. Hendrik Progo (Direktur).
3. Paulus Cholot Janala (Direktur).
Dewan Pengawas Syariah:
1. Dr. H. Abdul Jabar Majid, M.A (Ketua).
2. Prof. Dr. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen (Anggota).




