Kualitas Udara Natuna Turun ke Kategori Sedang Imbas Karhutla

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Natuna: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau mencatat kualitas udara di beberapa lokasi. Salah satunya di Ranai, Kecamatan Bunguran Timur yang menurun dari kategori baik ke sedang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Natuna Harmidi mengatakan data tersebut diperoleh dari hasil pemantauan DLH Kabupaten Natuna melalui aplikasi pemantau kualitas udara. Citra satelit juga digunakan untuk mendeteksi sebaran asap dan titik panas.

“Untuk hari ini kualitas udara di Ranai (ibu kota kabupaten) sedang, sementara semalam kategori baik,” ucap dia, dilansir dari Antara, Rabu, 1 April 2026. 
 

Baca Juga :

Karhutla di Natuna Picu Kerusakan Vegetasi Cukup Luas

Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah lokasi. Total luas yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari 100 hektare.

Kategori sedang menunjukkan kualitas udara masih dapat diterima. Namun, berpotensi menimbulkan dampak bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan.

Kualitas udara terbagi menjadi empat kategori, meliputi baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat dan berbahaya. Kondisi udara kategori sedang dapat menimbulkan iritasi ringan pada mata dan tenggorokan serta berkurangnya kenyamanan saat beraktivitas di luar ruangan.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: BPBD Sumsel.


Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar bagi kelompok sensitif tersebut, serta menjaga kondisi kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih.

DLH Natuna juga terus berupaya menyampaikan informasi terkini terkait kondisi kualitas udara dan cuaca kepada masyarakat setiap hari. Informasi tersebut bisa didapatkan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial.

"Langkah ini dilakukan sebagai bentuk edukasi dan upaya pencegahan agar masyarakat dapat lebih waspada terhadap perubahan kondisi lingkungan akibat karhutla," ujar dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Pembatasan Pembelian BBM Pertalite dan Solar Mulai 1 April 2026, Berapa Liter Per Kendaraan?
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Gubernur Pramono Angkat Bicara soal Zebra Cross Bergambar Pac-Man di Tebet: Kami Sempurnakan Lagi
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Bahlil Ngaku Mantan Sopir Angkot, Isi BBM 50 Liter per Hari Tangki Sudah Penuh
• 8 jam laludisway.id
thumb
Komisi V DPR Tekankan Ketepatan Sasaran dan Kualitas Rusun Subsidi di Meikarta untuk MBR
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Bukan Buat Dimakan, Ikan Sapu-Sapu Baiknya Jadi Pakan dan Pupuk
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.