WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim pihaknya dapat menyelesaikan perang di Iran dalam kurun dua hingga tiga pekan.
Menurut Trump, pasukan AS akan berhenti menyerang setelah memastikan Iran tidak memiliki kapabilitas mengembangkan program nuklir.
Trump menyatakan kini dirinya beranggapan AS tidak perlu menjalin kesepakatan dengan Iran. Menurutnya, agresi AS ke Iran telah menuai kesuksesan, sehingga bisa mencapai tujuan dalam waktu dekat.
Baca Juga: [FULL] TNI Gugur di Lebanon, Faisal Assegaf Buka-bukaan Perang Iran Vs AS & Israel: Trump Tak Kuat…
"Iran tidak perlu membuat perjanjian, tidak perlu. (Pasukan AS) akan angkat kaki sebentar lagi, mungkin dua atau tiga pekan," kata Trump dikutip Al Jazeera, Rabu (1/4/2026).
"Ketika kami merasa bahwa mereka, untuk jangka waktu yang panjang, akan kembali ke zaman batu dan tidak akan bisa membuat senjata nuklir, saat itu kami berhenti."
Adapun Trump menyampaikan hal tersebut setelah mengeklaim Teheran dan Washington sedang berunding untuk mengakhiri perang. Tak hanya itu, Trump bahkan mengeklaim Iran memohon-mohon untuk berdamai.
Akan tetapi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah laporan yang menyebut pihaknya terlibat perundingan dengan AS.
Araghchi menegaskan Iran tidak berminat negosiasi kendati Pakistan menjadi perantara untuk menyampaikan proposal gencatan senjata AS.
Pemerintah Iran berulangkali menegaskan negaranya mengembangkan nuklir untuk tujuan damai. Teheran membantah tuduhan AS dan sekutu bahwa mereka ingin memproduksi senjata nuklir.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- donald trump
- perang iran
- zaman batu
- negosiasi as iran
- serangan as ke iran





