Ketua DPD Sultan Najamudin Raih Doktor HC dari KMOU, Tokoh RI Kedua Usai Megawati

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Bahtiar Najamudin dianugerahi Doctor Honoris Causa (Dr. HC) bidang International Regional Studies dari Korea Maritime and Ocean University (KMOU). Sultan tokoh kedua yang mendapat gelar yang sama setelah Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Prosesi penganugerahan itu digelar Rabu (1/4/2026) di Kim Kang-hee Hall, KMOU Library, distrik Yeongdo-gu, Busan. Prosesi dipimpin Presiden KMOU, Prof. Dr. Ryoo Dong-Keun.

Hadir mengikuti prosesi jajaran civitas academica kampus spesialis maritim terkemuka di Korea Selatan tersebut, termasuk promotor Prof. Dr. Kim Soo-il dari Busan University of Foreign Studies.

Doktor Honoris Causa KMOU untuk Sultan B Najamudin ini merupakan kali kedua kepada tokoh Indonesia. Sebelumnya, Megawati mendapatkan gelar yang sama pada 19 Oktober 2015.

Baca juga: Ketua DPD Apresiasi Prabowo Salat Id di Aceh: Pemimpin Hadir dan Merasakan

Rektor atau Presiden KMOU, Prof. Dr. Ryoo Dong-Keun menyebut ada dua agenda besar terkait undangan kepada Ketua DPD RI Sultan B Najamudin kali ini. Pertama, pengukuhan Dr. HC di kampus KMOU, kedua launching Forum Kerja Sama Maritim Korea-Indonesia, bersama Korea Offshore Plant Service Industry Association di Hanjin Hall (ETRS Center), Busan.

"Kerja sama dengan Indonesia merupakan pilar utama strategi internasionalisasi KMOU dalam memimpin era maritim global. Bersama industri, akademisi, dan riset, kami akan membangun model kolaborasi nyata untuk kemakmuran berkelanjutan kedua negara," kata Rektor Ryu Dong-geun, dalam keterangan yang diterima, Rabu (1/4/2026).

Prof Kim Soo Il menjelaskan alasan memberikan gelar kehormatan kepada Sultan B Najamudin. Hal itu karena kiprah Sultan yang mendorong kerja sama internasional berbasis kemaritiman.

"Kami mengikuti kiprah dan komitmen Ketua DPD RI ini sejak lama. Terutama dalam mendorong kerja sama internasional berbasis kemaritiman, mengadvokasi pembangunan daerah kepulauan dan masyarakat pesisir," jelasnya.

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin dianugerahi Doctor Honoris Causa (Dr. HC) bidang International Regional Studies dari Korea Maritime and Ocean University (KMOU). (Foto: Dok. istimewa)

Mengenakan toga warna biru tua, dan selendang biru kuning keemasan, khas KMOU, Sultan menyampaikan orasi ilmiahnya. Sultan menyebut bahwa laut memiliki peran strategis sebagai penghubung peradaban dan fondasi masa depan kerja sama global.

"Laut adalah pemersatu peradaban. Laut bukan sekadar ruang geografis, tetapi jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa melalui kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan," ujar Sultan.

Sultan menekankan pentingnya kerja sama internasional yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. Ini sejalan dengan arah pembangunan global dan visi Indonesia menuju ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy).

Baca juga: Megawati Terima Kunjungan Presiden Timor Leste di Teuku Umar, Apa yang Dibahas?

Sultan secara khusus menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Korean Maritime and Ocean University atas penganugerahan Dr.HC ini.

"Terima kasih KMOU, sebuah institusi akademik yang telah berkontribusi besar dalam mendorong riset pengembangan potensi sumber daya ekonomi laut bagi Republik Korea dan dunia," katanya.

"Bagi Indonesia, ini strategis, karena kami adalah negara maritime. Negara kepulauan, yang cepat atau lambat akan membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi kemaritiman," lanjutnya.

Seperti diketahui, Sultan memang gencar memperjuangkan penguatan peran daerah dalam pembangunan nasional. Dalam agenda legislasi, mantan wakil Gubernur Bengkulu ini aktif mendorong disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan sebagai basis kebijakan yang berpihak pada wilayah kepulauan, masyarakat pesisir, serta optimalisasi potensi kelautan Indonesia sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional.




(eva/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi XIII Ungkap 3 Skenario Ideal Penanganan Kasus Air Keras Andrie Yunus
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Inflasi Umum Diprediksi Turun meski Harga Pangan Melonjak, Apa Sebabnya?
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Mensos Kawal Pembangunan Sekolah Rakyat di OKU Timur dan Sambas
• 41 menit laludetik.com
thumb
Halal Bihalal Warnai Hari Pertama Sekolah Sukma Bangsa Pidie
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
4 Arti Mimpi Tidur di Atas Air, Pertanda Datangnya Peluang Baik hingga Ketenangan
• 13 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.