Grid.ID – Ravel membocorkan standar konser Avenged Sevenfold di Jakarta. Pertunjukan spektakuler M Shadow cs di Amerika Latin yang bakal jadi patokan.
Grup band yang digawangi M. Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, dan Johnny Christ ini baru saja menyelesaikan Tur Amerika Latin yang bertajuk Life is But a Dream. Mereka tampil di Puerto Rico, Meksiko, Kolombia, Chile, Brazil, dan Argentina.
CEO Ravel Entertainment, Ravel Junardy mengaku awalnya ingin Avenged Sevenfold tampil di festival musiknya. Namun megahnya konser M. Shadows cs di Amerika Latin membuatnya yakin Indonesia layak mendapat pertunjukan yang lebih spektakuler.
“Awalnya sebenernya penginnya ada di sebuah festival saya cuma saya pikir-pikir ngobrol banyak sama Avenged kayaknya lebih bagus kalau kita bikin konser tunggalnya yang spektakuler, karena waktu dia main di Amerika Latin itu show-nya bener-bener luar biasa, kurang lebih sekitar kalau nggak salah 80 ribu orang yang dateng nonton show dia di Mexico.”
“Saya rasa Indonesia sebegai fanbase nomor satunya bisa lebih dari itu, makanya kita bawa kembali si Avenged Sevenfold,” ujar CEO Ravel Entertainment, Ravel Junardy saat konferensi pers di Shamrock Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).
Di balik kepulangan Avenged Sevenfold ke Indonesia, ternyata ada peran besar Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth. Tak hanya meminta Ravel mendatangkan band asal California itu, Kenneth juga mengajukan satu syarat khusus soal venue konser yang akhirnya disepakati.
“Intinya acara ini bisa terlaksana kan memang dasarnya kita menyerap aspirasi dari temen-temen pecinta musik rock. Ada permintaan ‘ayo dong Avenged Sevenfol undang ke Jakarta’. Saya melihat Ravel ini secara track record sangat mumpuni menjadi promotor musik skala Internasional. Jadi saya minta Ravel membawa Avenged Sevenfold ke Indonesia.”
“Cuma saya ada syarat, saya maunya venue-nya di JIS. Saya mau JIS ini bisa go public. Banyak pertimbangan juga, akhirnya ada event ini bisa terlaksana,” papar Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth.
Pemilihan Jakarta International Stadium (JIS) memang dirasa selaras dengan upaya Ravel menghadirkan konser yang lebih megah dari konser Avenged Sevenfold 2 tahun lalu. Menurut Ravel, JIS dinilai punya standar yang mampu bersaing dengan venue konser besar di Asia.
“Kita udah taulah venue yang paling proper itu, untuk stadium yang paling proper di Indonesia bahkan untuk sekarang bisa leading di Asia-lah, salah satunya di JIS. Pertamakali saya tahu JIS proper bener-bener pada saat saya dateng, waktu itu diajak Kenneth main bola di sana, sama Muse. Jadi kita main bola sama Muse di JIS, ternyata bagus banget ya nih venue," jelas Ravel.
Ravel menambahkan, “Kita pengin kasih deliver yang berbeda buat deathbath juga buat fans-fans Avenged Sevenfold di Indonesia kalau yang lalu kan 2024 dia main di Madya, kita tahulah stadionnya bukan stadion yang proper menurut saya."
“Ini ada JIS, stadionnya proper dan ini kita nggak kalah loh sama konser-konsernya yang lain si Avenged di luar negeri, di Indonesia bisa lebih bagus,” tambahnya lagi.
Selain Indonesia, Avenged Sevenfold juga akan mengunjungi 4 negara Asia lainnya, Malaysia, Jepang, Thailand, dan Singapura. Ravel memastikan band yang disingkat A7X itu bakal menyiapkan penampilan spesial di Jakarta nanti.
“Yang pasti sih mereka bilang sama saya mereka antusias banget, mereka punya sesuatu yang baru, mereka kangen sama fansnya di Indonesia, mereka merasa Indonesia sangat spesial, bahkan mereka konfirm dulu seperti biasa di Indonesia, baru ke tempat-tempat lain. Sampai sekarang saya juga belum tahu apa spesialnya, tapi mereka menjanjikan sesuatu yang spesial,” kata Ravel.
Avenged Sevenfold dijadwalkan menggelar konsernya di Jakarta pada 10 Oktober 2026. Penjualan tiket secara presale khusus penggemar yang tergabung dalam Deathbat Club pada Senin 6 April 2026, penjualan tiket secara umum dibuka pada Rabu 8 April 2026. (*)
Artikel Asli




