Pesawat militer Rusia, Antonov-26 jatuh saat terbang melintas di wilayah Krimea, Rabu (1/4). Dilansir dari kantor berita TASS via AFP, kecelakaan itu mengakibatkan 29 orang tewas.
Komite investigasi kecelakaan Rusia mengkonfirmasi insiden ini, tanpa menyebut total jumlah korban.
"Pada 21 Maret 2026, pesawat An-26 jatuh saat terbang di atas desa Kuibyshevo, distrik Bakhchysaray, Republik Krimea. Ada 7 orang kru dan 23 penumpang di pesawat itu," kata Komite itu.
Komite itu lalu membuka penyelidikan terkait kesalahan atau kelalaian pada keselamatan penerbangan.
Rusia sendiri merebut dan menduduki Krimea dari Ukraina pada 2014, sejak saat itu, mereka mengeklaim kawasan itu sebagai milik Rusia.
Sementara laporan TASS menyebut, pesawat ini sempat hilang kontak sebelum jatuh.
"Pada 31 Maret pukul 18.00 WIB, Kementerian Pertahanan sempat hilang kontak dengan pesawat An-26 saat sedang terbang terjadwal di Semenanjung Krimea," tulis TASS.
Kementerian Pertahanan Rusia lalu mengirim unit evakuasi. Akhirnya, mereka menemukan bangkai pesawat itu dan semua penumpang-kru yang tewas.
"Berdasar laporan dari tempat kejadian, 6 kru dan 23 penumpang ditemukan tewas," kata Kemhan Rusia.
Menurut laporan TASS, tak ada tanda-tanda, bahwa pesawat ini mengalami kerusakan dari luar. Sehingga terindikasi kuat, pesawat ini jatuh akibat kerusakan teknis.





