jpnn.com, JAKARTA - Di tengah tekanan krisis global yang berdampak pada sektor energi, antrean panjang yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo mengatakan perlu penanganan secara terpadu guna mencegah terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Apresiasi Harga BBM Tak Naik, Komisi VI: Masyarakat Jangan Khawatir, Stok Aman
Anshar Ilo meminta aparat penegak hukum (APH) untuk turut membantu pemerintah dalam mengawasi distribusi BBM serta menindak tegas oknum yang melakukan penimbunan, khususnya jenis solar dan pertalite.
"Logis 08 meminta kepada aparat penegak hukum di seluruh wilayah untuk aktif membantu pemerintah dalam memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran. Jika ada yang terbukti melakukan penimbunan, harus ditindak tegas,” ujar Anshar dalam keterangannya, Rabu (01/04).
BACA JUGA: WFH ASN Dibuat Setiap Jumat, Legislator: Ada Potensi Tak Efektif Tekan Konsumsi BBM
Dia menegaskan praktik penimbunan BBM hanya akan memperburuk situasi di lapangan dan berpotensi menimbulkan kelangkaan yang merugikan masyarakat luas.
Selain itu, Anshar juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Menurutnya, kepanikan justru akan memperparah antrean di SPBU.
BACA JUGA: Ketum Logis 08 Apresiasi Sikap Pemerintah Batalkan Rencana Pembelajaran Daring Bagi Siswa
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Jangan sampai ikut-ikutan menimbun karena itu justru merugikan banyak pihak,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas distribusi energi nasional.
"Perlu kesadaran bersama dibantu dengan pengawasan yang ketat, kita pastikan distribusi BBM dapat kembali normal dan antrean di SPBU bisa segera terurai," terangnya.(fri/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur & Reporter : Friederich Batari



