Wisma Habibie & Ainun berkolaborasi dengan Plataran kini menyajikan deretan menu keluarga mantan Presiden ke-3 RI tersebut dalam sajian “Habibie Legacy Experience”, yang diluncurkan Senin (30/3) di Jakarta.
Kisah keharmonisan pasangan BJ Habibie dan Hasri Ainun Besari bukan hanya terbatas pada pengabdian mereka selama menjabat sebagai bapak dan ibu negara. Setelah usai menjabat sebagai presiden, Habibie juga kerap membagikan kisah pribadinya kepada masyarakat.
"Eyang dikenal dengan orang yang sangat suka bertemu banyak orang. Misalnya, eyang selalu open house saat Lebaran, dan yang datang bukan hanya orang atau tokoh penting tapi juga ojol, pemilik warteg dekat sini, semua orang berjabat tangan langsung dengannya," tutur Satria, salah satu cucu Habibie saat memimpin tour para awak media di Wisma Habibie Ainun.
Berlatar cerita personal yang menarik dari pasangan Habibie dan Ainun tersebutlah, Wisma Habibie & Ainun melalui rangkaian aktivitas yang memadukan tour historis, storytelling, serta sajian kuliner yang terinspirasi dari perjalanan hidup pasangan tersebut. Kehangatan setiap hidangan khas keluarga ini bahkan bisa dinikmati oleh siapa pun.
Sebelum sampai ke meja makan utama, kumparan diajak Satria untuk lebih mengenal setiap sudut penuh makna dari kediaman Habibie dan Ainun tersebut. Bahkan kami berkesempatan mencium aroma parfum khas favorit Habibie yang telah disemprotkan pada syal pribadinya.
kumparan juga berkeliling mulai dari perpustakaan yang menjadi tempat favorit Habibie membaca, kemudian melihat kesejukan Taman Intelektual, hingga ruangan persemayaman terakhir Habibie dan Ainun yang disebut Ruang Joglo.
Setelah berkeliling sekitar setengah jam, sampailah kami di main area yakni ruang makan. Dining area dengan kapasitas hingga 20 orang tersebut menjadi lokasi favorit penjamuan tamu-tamu Wisma Habibie.
"Dulunya ruangan ini lapangan bulu tangkis, lalu disulap menjadi tempat makan. Makanya ini silingnya tinggi dan banyak ukiran-ukiran kayu di sini," tambah Satria Habibie.
Bersantap Sayur Lodeh Favorit AinunPlataran Catering Services yang dipimpin Coorporate Chef Plataran Indonesia, Reiyan, menyuguhkan menu makanan berupa satu set mulai dari hidangan pembuka sampai penutup.
Pengalaman bersantap kami dibuka dengan sajian sayur lodeh kenangan Ainun. Semangkuk lodeh yang disajikan dengan batok kelapa asli kemudian kuah santannya terhidang terpisah. Kuah lodeh gurih ini terasa lebih creamy. Sementara sayurannya direbus tidak terlalu matang sehingga masih terasa renyah.
"Lodeh kesukaan pak Habibie itu tidak menggunakan santan, melainkan susu atau creamer. Maka itu, saya pakai creamer pada kuahnya, dan ini merupakan masakan favorit ibu Ainun," ujar Chef Reiyan.
Sementara itu, hadir pula juru masak pribadi keluarga Habibie yakni Satiyah. Perempuan 55 tahun itu mengatakan, "Kalau kebiasaan ibu Ainun harus selalu ada sayur lodeh. Kalau ada tamu pun mesti ada sayur lodeh."
Setelah merasakan hangatnya semangkuk lodeh, kami disuguhkan makanan utama yakni sepiring nasi liwet Manunggal; ditambah aneka lauk protein seperti ayam semur gula Jawa, sate domba gulai Kota Kembang, serta iga sapi saus Soto Betawi andalan Satiyah.
Sebagai penutup, tersaji dessert berupa strudel apel pelukan Jerman. "Strudel apel ini merupakan paduan compote apel dengan cinnamon yang kita wrap dengan kulit pancake lalu digoreng. Sebagai pelengkapnya ada salted caramel ice cream," terang Chef Reiyan.
Dengan memadukan tur bersejarah, narasi kehidupan, serta sajian kuliner yang penuh makna, Habibie Legacy Experience ini dapat menjadi pilihan bersantap dengan pengalaman baru.
Melalui program ini, Wisma Habibie & Ainun bersama Plataran Catering Services berharap dapat menghadirkan sebuah ruang untuk merawat memori, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai keteladanan pasangan tersebut kepada generasi masa kini.





