JAKARTA – Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mulai menerapkan langkah efisiensi anggaran, sebagai respons atas gejolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) global, yang berpotensi membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Berdasarkan pantauan Okezone di Kompleks Parlemen, sekitar pukul 18.00 WIB, sejumlah lampu di koridor gedung mulai dipadamkan. Pemadaman juga dilakukan di ruang rapat yang tidak digunakan pada sore hingga malam hari.
Meski demikian, beberapa fasilitas tetap beroperasi, seperti musala, toilet, mesin ATM, serta ruang media center. Selain lampu, penggunaan eskalator dan lift di gedung-gedung yang tidak memiliki kegiatan juga dibatasi untuk menghemat energi. Langkah ini diterapkan ketika tidak ada aktivitas rapat maupun kegiatan lain yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN).
Ia menjelaskan, pihaknya juga menyiapkan skema pemadaman listrik secara menyeluruh pada malam hari jika tidak ada agenda persidangan.
“Maksimal pukul 20.00 WIB listrik akan dimatikan. Karena belum semua gedung menggunakan building automatic system, pengaturan masih dilakukan secara manual. Ruang-ruang rapat yang tidak digunakan, termasuk listrik, AC, dan lampu, akan dimatikan,” ujar Indra.
(Awaludin)



