BPS Sebut 1,16 Juta Turis Asing Kunjungi RI pada Februari 2026

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total wisatawan mancanegara (wisman) pada Februari 2026 mencapai 1,16 juta kunjungan. Jumlah tersebut turun 2,42 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan pada Februari 2026, kunjungan wisman melalui pintu masuk utama sebanyak 1.036.000 kunjungan. Sementara wisman melalui pintu masuk perbatasan sebanyak 157.654 kunjungan.

"Dengan demikian secara total jumlah kunjungan wisman yang masuk ke Indonesia yaitu 1,16 juta atau turun sebesar 2.42 secara bulanan. Sedangkan secara tahunannya itu meningkat 13,37 persen," ungkapnya saat konferensi pers, Rabu (1/4).

Secara kumulatif, lanjut Ateng, total kunjungan wisman sepanjang Januari hingga Februari 2026 mencapai 2,35 juta kunjungan atau meningkat 7,77 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

"Capaian kunjungan wisman pada Januari hingga Februari tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2021 yang lalu," kata Ateng.

BPS mencatat, kunjungan wisman menurut kebangsaan di pintu masuk utama berasal dari berkebangsaan Malaysia yaitu 11,18 persen, China 13,01 persen, dan Singapura 11,43 persen.

"Wisatawan berkebangsaan Tiongkok mengalami peningkatan yang cukup besar yaitu meningkat 35,91 persen, didorong oleh efek liburan panjang tahun baru Imlek di tahun 2026, sehingga tentunya ini mendorong perjalanan wisatawan dari Tiongkok pada bulan Februari tahun 2026," jelasnya.

Berdasarkan pintu masuk utamanya, dia menyebutkan kunjungan wisman paling banyak masuk melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, didominasi oleh wisatawan berkebangsaan Australia.

Selanjutnya, wisatawan nusantara atau Wisnus pada Februari 2026 mencapai 91,14 juta perjalanan, atau menurun secara bulanan (mtm) menurun 10,69 persen. Sedangkan jika dibandingkan dengan Februari 2025, perjalanan wisnus mengalami peningkatan sebesar 0,70 persen.

Jumlah Penumpang Transportasi

Ateng menuturkan, pada Februari 2026 jumlah penumpang pada seluruh moda transportasi mengalami penurunan secara bulanan. Hal ini terutama disebabkan karena pada bulan tersebut merupakan low season, mobilitas masyarakat menurun, serta jumlah harinya pada bulan tersebut lebih sedikit jika dibandingkan dengan bulan lainnya.

"Selain itu masyarakat juga cenderung yang membatasi perjalanan jauh di awal puasa untuk beradaptasi dengan pola puasa, pola makan dan istirahat yang baru serta memilih beribadah mempersiapkan untuk melakukan perjalanan mudik lebaran yang terjadi pada Maret," ungkapnya.

Namun secara tahunan, kata dia, terjadi peningkatan pada sebagian besar moda transportasi, kecuali untuk angkutan udara internasional dan angkutan udara domestik yang mengalami penurunan.

"Peningkatan jumlah penumpang tertinggi terjadi pada moda angkutan kereta api secara year on year ini mengalami peningkatan 2,94 persen," kata Ateng.

Sementara perkembangan jumlah angkutan barang secara bulanan pada Februari 2026 terjadi penurunan pada semua moda angkutan, kecuali angkutan laut domestik yang mengalami peningkatan 3,36 persen dibandingkan dengan Januari 2026.

Secara tahunan, penurunan jumlah angkutan barang juga terjadi pada semua moda angkutan dengan penurunan terdalam terjadi pada moda angkutan kereta api yaitu sebesar 19,74 persen jika dibandingkan dengan Februari 2025.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelatih Bulgaria Bongkar Kekuatan Timnas Indonesia: Sudah Level Eropa di Tangan John Herdman
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapal Perang Rusia Tiba di Jakarta, Dubes: Ini Simbol Kemitraan, Bukan Ancaman
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Harga BBM Stabil, Eddy Soeparno Tekankan Urgensi Jaga Pasokan Minyak
• 31 menit lalutvrinews.com
thumb
Kapten Zulmi yang Gugur di Lebanon Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa  
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Harga Emas Antam Hari ini Melonjak Rp 75.000, Tembus Rp 2,9 Juta Lagi
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.