Kapten Zulmi yang Gugur di Lebanon Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa  

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANDUNG - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyambangi rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, salah satu prajurit TNI yang gugur dalam serangan di Lebanon Selatan. Zulmi tewas saat menjalankan misi perdamaian.

Jenderal Agus datang ke rumah duka yang terletak di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi pada Rabu (1/4/2026).

BACA JUGA: Demokrat Sampaikan Duka Gugurnya Prajurit TNI, Kutuk Keras Penyerangan di Lebanon

Dia datang bersama istri dan para pejabat Mabes TNI lainnya. Sesampainya di rumah duka, Agus langsung menemui keluarga dari Kapten Zulmi.

"Kami hadir untuk turut berdukacita yang mendalam. Mereka adalah prajurit terbaik yang sedang melaksanakan misi perdamaian," kata Agus di rumah duka.

BACA JUGA: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Menbud Minta Hormati Hukum Internasional

Dia menuturkan satuannya akan memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada Kapten Zulmi bersama beberapa prajurit lainnya yang juga gugur dalam serangan tersebut.

"Akan memberikan KPLB kepada seluruhnya," ucapnya.

BACA JUGA: Keluarga Masih Tunggu Pemulangan Jenazah Kapten Zulmi Gugur di Lebanon

Selain itu, dia juga berjanji akan memberikan beasiswa untuk anak-anak prajurit sampai dewasa nanti.

"Kemudian yang lain dari Asabri mungkin Rp 350 juta akan diberikan, kemudian juga beasiswa untuk anaknya Rp 30 juta."

"Semua anaknya juga akan kami perhatikan sampai nanti besar. Kemudian gaji akan diberikan 12 bulan penuh, 100 persen. Ada tabungan hari tua yang dihitung oleh TMT berdinas di militer," ujarnya.

Tiga anggota TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan, meninggal dunia akibat serangan yang diduga kuat dilancarkan pasukan Israek pada kendaraannya, Senin (30/3).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan dua prajurit itu adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan Praka Farizal Rhomadhon.

Dalam pernyataannya, UNIFIL menyampaikan prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Sementara itu, dua prajurit TNI yang gugur pada Senin meninggal dunia akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui.

Dari TNI, Aulia menjelaskan berdasar laporan dari daerah penugasan, ledakan yang menewaskan dua prajurit TNI terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).

Pengawalan itu dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, dimana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan," kata Aulia dalam keterangannya, Selasa (31/3).

Insiden itu juga mengakibatkan dua prajurit lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

Keduanya telah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.

Aulia mengatakan TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL.

"Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di daerah misi Lebanon," tuturnya. (mcr27/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 3 Prajurit Gugur dalam Misi Perdamaian, Panglima TNI: Duka Seluruh Bangsa


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Prajurit TNI Gugur akibat Serangan di Lebanon, Tim Pengacara Muslim: Pelanggaran Serius HAM
• 42 menit lalukompas.tv
thumb
Surat Terbuka untuk Pak Eri Cahyadi: Jangan Biarkan Rumah Seniman Surabaya Ini Hilang
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Impor RI Naik 10,85 Persen di Februari 2026, Capai USD20,89 Miliar
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenkes: 102 kabupaten/kota intervensi campak via ORI-imunisasi kejar
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Bertemu Dirjen Bimas Katolik, Gustaf: Ketua KWI Pimpin Misa Pelantikan DPP PATRIA 2025-2030 dan Refleksi Nasional 2026
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.