FAJAR, MAKASSAR — Isu kenaikan BBM yang beredar liar di ruang digital belakangan ini, dinilai tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik.
Di tengah memanasnya tensi global antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada jalur strategis Selat Hormuz, Pemerintah Indonesia justru memastikan kondisi energi nasional tetap aman, terkendali, dan terjaga.
Gejolak global memang mendorong fluktuasi harga minyak dunia. Namun, narasi liar yang mengaitkan langsung kondisi tersebut dengan kenaikan BBM dalam negeri adalah bentuk penyederhanaan yang menyesatkan, bahkan cenderung provokatif.
Melalui koordinasi yang solid, Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa stok BBM nasional dalam kondisi cukup dan distribusi berjalan normal.
Berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari penguatan cadangan energi, diversifikasi impor, hingga pengamanan jalur distribusi nasional.
Di tengah upaya serius tersebut, publik justru dihadapkan pada banjir informasi yang tidak terverifikasi di media sosial. Isu kenaikan BBM yang terus dihembuskan tanpa dasar berpotensi menciptakan kepanikan, aksi spekulatif, bahkan gangguan di lapangan.
Komandan TKN Prabowo-Gibran, Arief Rosyid Hasan, turut mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan.
“Kita tidak boleh ikut memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Saatnya masyarakat lebih bijak, lebih cerdas dalam menerima dan membagikan informasi. Jangan sampai kita ikut menjadi bagian dari penyebaran hoaks,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional, tidak hanya dari sisi informasi, tetapi juga dalam penggunaan energi.
“Mari gunakan energi secara bijak dan efisien. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga bentuk tanggung jawab kita bersama dalam menghadapi situasi global yang penuh tantangan,” tambah Arief Rosyid Hasan.
Pemerintah pun mengingatkan bahwa setiap kebijakan terkait energi akan disampaikan secara resmi melalui kanal yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada isu yang tidak jelas sumbernya.
Tetap tenang, jangan panik, dan jangan ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar.
Di tengah ketidakpastian global, Indonesia berdiri dengan kesiapan dan perhitungan matang. Stabilitas energi bukan sekadar wacana, tetapi kerja nyata yang terus dijaga.
Negara hadir. Energi aman. Yang dibutuhkan sekarang adalah masyarakat yang cerdas dan tidak mudah terprovokasi. (wis)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/4802755/original/092840900_1713245923-20240416-Hari_Pertama_ASN_Setelah_Cuti_Lebaran-HER_3.jpg)

