Wamen PPPA Dorong Pendekatan Ekosistem untuk Pengembangan Anak Usia Dini

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Intan Kw

TVRINews, Jakarta

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan menekankan pentingnya pendekatan ekosistem dalam pengembangan anak usia dini sebagai fondasi strategis pembangunan Indonesia.

“Upaya peningkatan kualitas anak tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi lintas sektor, mulai dari pengasuhan, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan. Jika kita serius membangun masa depan Indonesia, maka kita harus serius berinvestasi pada fase awal kehidupan anak,” kata Veronica, dikutip dalam siaran persnya, Rabu, 1 April 2026.

Veronica mengatakan, masa awal kehidupan merupakan fase krusial karena hingga 90 persen perkembangan otak anak terjadi sebelum usia lima tahun. Hal ini menjadikan investasi pada anak usia dini tidak hanya sebagai agenda sosial, tetapi juga sebagai strategi penting dalam pembangunan ekonomi jangka panjang.
 
“Namun demikian, masih banyak tantangan yang dihadapi Indonesia seperti stunting, keterbatasan akses layanan pendidikan, serta lemahnya lingkungan pengasuhan. Selain itu, sistem yang masih terfragmentasi masih menjadi hambatan dalam menghadirkan layanan yang optimal bagi anak,” ucapnya.
 
Veronica menilai pendekatan sektoral yang selama ini berjalan tidak lagi relevan. Ia mengatakan anak tumbuh dalam satu ekosistem yang saling terhubung, sehingga dibutuhkan integrasi kebijakan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
 
“Anak tumbuh dalam ekosistem yang mencakup keluarga, komunitas, dan kebijakan yang memengaruhi kehidupan mereka. Dalam ekosistem ini, terdapat lima pilar utama dalam tumbuh kembang anak, yakni hak sipil, pengasuhan, kesehatan dan gizi, pendidikan, serta perlindungan. Kelima pilar tersebut harus diperkuat secara bersamaan agar perkembangan anak dapat optimal. Ketika satu pilar lemah, maka seluruh perkembangan anak ikut terdampak,” ujarnya.
 
Lebih lanjut, Veronica menekankan pentingnya peran ekonomi pengasuhan (care economy) dalam mendukung tumbuh kembang anak. Ia menilai beban pengasuhan yang selama ini banyak ditanggung perempuan sering kali tidak terlihat dan kurang mendapat dukungan. Padahal, kondisi ekonomi dan keamanan perempuan sangat memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak.
 
Sebagai contoh implementasi ekosistem, Veronica mengangkat inisiatif kebun komunitas yang tidak hanya berfungsi sebagai program pertanian, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta menciptakan ruang aman di masyarakat. Program ini mampu memberikan dampak langsung terhadap perbaikan gizi anak dan kesejahteraan keluarga.
 
“Saya mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga filantropi, untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem pengembangan anak. Masa depan anak Indonesia hanya dapat diwujudkan melalui aksi bersama yang terintegrasi, dengan fokus pada penguatan pengasuhan, gizi, ketahanan keluarga, dan lingkungan yang aman,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca BMKG Jakarta Besok 2 April 2026, Didominasi Berawan Tebal
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Menkeu AS: AS Akan Menguasai Selat Hormuz untuk Menjamin Kebebasan Pelayaran
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Duh! Produksi Beras RI Berisiko Turun 0,38 Juta Ton hingga Mei 2026
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Resmi Dibuka, 2.000 Atlet Pelajar akan Perebutkan 1.081 Medali di POPDA DIY 2026
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Vietnam Akhiri Perjalanan di Kualifikasi Piala Asia 2027 dengan Menggulung Habis Malaysia
• 21 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.