Kasus Campak Merebak, Vaksinasi dan Edukasi Perlu Diperkuat

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kasus campak di Indonesia meningkat dalam beberapa bulan terakhir dan menjadi perhatian berbagai pihak.  Vaksinasi dan edukasi publik harus ditingkatkan agar penyebaran dapat dikendalikan.

Data Kementerian Kesehatan mencatat 59 kejadian luar biasa yang tersebar di 39 kabupaten kota dan 14 provinsi, dengan total 2.740 kasus sejak awal 2026.

Baca Juga
  • PAPDI: Vaksinasi Campak Penting bagi Orang Dewasa di Indonesia
  • Pentingnya Edukasi dan Vaksinasi untuk Cegah Wabah Campak di Indonesia
  • Misinformasi di Media Sosial Turunkan Cakupan Vaksinasi Campak

Anggota Komisi IX DPR RI Pulung Agustanto mengatakan, pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran campak.

Politisi PDIP itu mengatakan, program imunisasi yang telah lama berjalan perlu diperkuat agar kasus tidak kembali meningkat. “Kenapa sekarang merebak lagi? Ini adalah alarm bahaya yang mesti diwaspadai,” kata Pulung dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pulung menjelaskan, salah satu faktor yang perlu dibenahi adalah ketersediaan vaksin di daerah. Ia menemukan masih ada wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan vaksin campak.

“Karena itu saya meminta Kemenkes untuk memastikan keberadaan vaksin campak sampai ke seluruh pelosok.”

Selain itu, ia menilai edukasi publik juga perlu diperkuat. Masih ada sebagian masyarakat yang menolak vaksinasi karena terpengaruh informasi yang tidak tepat. “Kemenkes harus terus melakukan edukasi sesuai dengan kultur dan latar belakang keyakinan masyarakat.”

Pulung menekankan, keberhasilan program vaksinasi sangat bergantung pada cakupan imunisasi yang tinggi di masyarakat.

“Jika masih ada anggota masyarakat yang punya pandangan negative terhadap vaksin, ya, wajib didekati dengan serius. Jangan dibiarkan begitu saja. Karena akan menganggu keberhasilan program vaksin ini.”

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dubes Iran Sambangi Kediaman Jokowi di Solo, Bahas Apa?
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Ravel Bocorkan Standar Konser Avenged Sevenfold di Jakarta, Show di Amerika Latin Jadi Patokan
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Pergerakan Alutsista AS Picu Perhatian Publik
• 1 jam laludetik.com
thumb
Kejari Tanjung Perak Geledah Kantor PD Pasar Surya Terkait Dugaan Korupsi Sewa Lahan
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Bawa-bawa Lionel Messi, Persija Jakarta Optimis Rebut Juara Super League dari Persib Bandung
• 1 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.