Lurah, pamong kalurahan, hingga masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menggelar kirab dan sowan massal ke Keraton Yogyakarta dalam rangka Mangayubagyo Yuswa Dalem ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (2/4). Kegiatan ini diperkirakan diikuti sekitar 10.000 hingga 12.000 peserta dari 438 kalurahan/kelurahan di kabupaten dan kota di DIY.
Ketua Umum Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan DIY Nayantaka, Gandang Hardjanta, menyampaikan momentum ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih masyarakat kepada Sri Sultan HB X.
“Sebagai gubernur sekaligus raja, bagaimana beliau menempatkan diri itu yang menjadi contoh bagi kami. Di usia ke-80 ini, kami ingin memberikan semangat serta penghargaan atas pengabdian beliau,” ujarnya, Senin (30/3).
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi salah satu momen dengan keterlibatan luas dari kalurahan se-DIY. Setiap kalurahan diproyeksikan mengirimkan sekitar 20–30 orang perwakilan.
Bawa Hasil Bumi, Tanpa Paksaan
Dalam pelaksanaannya, peserta akan membawa hasil bumi atau potensi unggulan dari wilayah masing-masing sebagai bentuk simbolis. Gandang menegaskan tidak ada kewajiban dalam partisipasi tersebut.
“Tidak ada yang diwajibkan. Semua berdasarkan keikhlasan dan kemampuan masing-masing kalurahan. Apa yang dimiliki, itulah yang dibawa,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa hasil bumi yang dibawa tidak hanya menjadi simbol penghormatan, tetapi akan didistribusikan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan melalui pemerintah daerah.
“Bawa berdasarkan potensi masing-masing. Dekat pesisir bawa kelapa ya monggo, yang penting jangan memberatkan,” katanya.
Gandang turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila kegiatan ini menimbulkan gangguan aktivitas.
“Kami mohon keikhlasan masyarakat. Mungkin ada sedikit gangguan aktivitas, tetapi ini hanya satu hari. Mari kita luangkan waktu untuk memberikan penghormatan,” ujarnya.
Malioboro Ditutup, 16 Titik Parkir Disiapkan
Peserta dijadwalkan berkumpul di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta sebelum berjalan menuju Keraton secara bertahap. Urutan keberangkatan dimulai dari Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, hingga Gunungkidul.
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menyampaikan rekayasa lalu lintas akan diterapkan mengingat tingginya jumlah peserta. Sejumlah ruas jalan di kawasan Malioboro dan sekitarnya akan ditutup sementara.
“Nanti arus lalu lintas arah utara kami akan tutup dari Teteg sampai selatan, Malioboro sisi kiri kami tutup karena akan banyak masyarakat yang berjalan menuju arah keraton,” ujarnya.
Penutupan juga dilakukan di sejumlah titik lain, termasuk akses dari arah timur Jalan Senopati dan dari arah barat di sekitar kawasan PKU. Untuk mendukung mobilitas, Dinas Perhubungan DIY menyiapkan 16 titik kantong parkir.
“Setelah parkir, peserta akan berjalan kaki menuju kawasan pagelaran,” kata Erni.
Pranata Humas Ahli Madya Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji, menyampaikan Sri Sultan Hamengku Buwono X dijadwalkan hadir langsung menyambut peserta di kompleks keraton. Sejumlah kepala daerah juga akan turut hadir dalam kegiatan tersebut.





