Menhut Raja Juli Antoni Temui 3 Menteri Jepang Bahas Karbon hingga Komodo

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, TOKYO - Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menutup rangkaian kunjungannya di Jepang dengan melakukan pertemuan bilateral dengan tiga menteri Jepang sekaligus.

Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama kehutanan, investasi karbon, hingga konservasi satwa, termasuk komodo.

BACA JUGA: Menhut Raja Juli Ajak Jepang Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Jepang, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam isu kehutanan dan perubahan iklim.

Dalam rangkaian itu, pemerintah mendorong kolaborasi yang lebih konkret, mulai dari pengelolaan hutan berkelanjutan hingga perdagangan karbon.

BACA JUGA: Teken MoU di Jepang, Menhut Gandeng Gubernur Shizuoka Buat Konservasi Komodo

Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada penguatan kawasan konservasi, pertukaran pengetahuan, serta keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan ekonomi karbon.

Indonesia membuka peluang investasi melalui skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan perdagangan karbon sukarela.

BACA JUGA: Deli Indonesia Menyalurkan Bantuan Alat Tulis ke 14 Sekolah di Pulau Komodo

Bertemu Menteri Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang

Dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang Suzuki Norikazu, Jepang menegaskan Indonesia sebagai mitra strategis di sektor kehutanan.

Dukungan juga diberikan melalui proyek-proyek yang dijalankan bersama Japan International Cooperation Agency (JICA).

Pemerintah Jepang bahkan akan menugaskan tenaga ahli untuk mendukung pengelolaan mangrove berkelanjutan di Indonesia. Menhut mendorong agar kerja sama ini ditingkatkan, termasuk dalam pengembangan World Mangrove Center dan implementasi skema Joint Crediting Mechanism (JCM).

“Saya mengajak untuk bersama-sama meningkatkan kualitas melalui proyek JICA, sebagai bagian dari penguatan inisiatif World Mangrove Center. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi jembatan global dalam upaya rehabilitasi, riset, edukasi, serta inovasi pengelolaan ekosistem mangrove, sekaligus menjadi rujukan internasional dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis alam,” ujar Menhut Raja Antoni.

Bertemu Menteri LH Jepang

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang Ishihara Hirotaka, dibahas penguatan kerja sama konservasi, termasuk program breeding loan komodo yang bekerja sama dengan Prefektur Shizuoka.

Menhut juga mengusulkan kerja sama Sister Park antara Fuji-Hakone-Izu National Park dan taman nasional di Indonesia. Skema ini diharapkan memperkuat pengelolaan kawasan konservasi.

“Kerja sama Sister Park antara Fuji-Hakone-Izu National Park dengan taman nasional di Indonesia diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola menuju pengembangan taman nasional berkelas dunia (World Class National Park),” ujar Raja Antoni.

Bertemu Menteri Strategi Pertumbuhan Jepang

Adapun dalam pertemuan dengan Menteri Strategi Pertumbuhan Jepang Minoru Kiuchi, kedua negara membahas penguatan kerja sama kehutanan dan konservasi secara lebih luas.

Salah satu yang disorot adalah rencana pengiriman komodo ke Jepang yang disebut memiliki daya tarik tinggi bagi masyarakat setempat.

Selain itu, kedua pihak juga mendorong percepatan implementasi kerja sama karbon melalui skema JCM serta memperkuat kolaborasi antar taman nasional. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dukun Pengganda Uang di Bogor Sempat Bayar Utang Pakai Upal, Namun Gagal
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Inflasi Bulanan Maret 2026 Dipicu Harga Pangan dan Transportasi
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Kronologi Penemuan Granat di Tempat Sampah BPN Makassar
• 6 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Airlangga Bilang ASN WFH Tiap Jumat Agar Efisien dan Modern, Negara Ini Contohnya!
• 23 jam laludisway.id
thumb
Polda Metro Jaya: Kasus Andrie Yunus telah dilimpahkan ke TNI
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.