PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) saat ini sedang mempersiapkan untuk melakukan dual listing di bursa saham internasional.
IDXChannel - PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), anak perusahaan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), saat ini sedang mempersiapkan untuk melakukan dual listing di bursa saham internasional. Target timeline-nya pada kuartal II-2026.
"Inisiatif ini merupakan bagian dari visi perseroan untuk memperkuat kehadirannya di pasar modal global dan meningkatkan akses ke basis investor internasional yang lebih luas," ujar Direktur Utama MSIN Angela Tanoesoedibjo dalam pernyataannya, Rabu (1/4/2026).
Perseroan telah menunjuk penasihat internasional terkemuka untuk mendukung proses persiapan. Rincian lebih lanjut mengenai dual listing yang diusulkan akan diumumkan pada waktunya seiring dengan penyelesaian beberapa tahapan yang diperlukan, dengan penyelesaian yang diharapkan pada kuartal II-2026.
"Rencana kami untuk melakukan dual listing di bursa internasional merupakan langkah penting dalam memperluas basis investor global kami dan memperkuat posisi MSIN sebagai perusahaan hiburan digital terkemuka dengan jangkauan internasional yang terus berkembang," ujar Angela.
Sebagai informasi, MSIN mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025, dengan total pendapatan mencapai Rp3,83 triliun. Angka tersebut mewakili peningkatan 18 persen YoY dibandingkan dengan Rp3,24 triliun pada 2024.
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh perluasan berkelanjutan ekosistem digital perseroan, yang didukung oleh kinerja yang kuat dalam konten, IP dan monetisasi lainnya, langganan, dan periklanan digital di seluruh platformnya.
Kinerja yang kuat ini menyoroti kemampuan MSIN untuk secara efektif memanfaatkan pustaka kontennya yang luas, memperdalam engagement audiens di seluruh platformnya, dan membuka berbagai aliran monetisasi dalam ekosistem hiburan digital yang terintegrasi.
MSIN mencatatkan EBITDA sebesar Rp1,04 triliun pada 2025, mewakili peningkatan 33 persen YoY dari Rp779 miliar pada 2024, dengan margin EBITDA menjadi 27 persen dari 24 persen pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba bersih meningkat signifikan menjadi Rp985 miliar pada 2025, menandai peningkatan 140 persen YoY dibandingkan dengan Rp410,8 miliar pada 2024, dengan margin laba bersih meningkat menjadi 26 persen dari 13 persen.
(Dhera Arizona)





