LONDON, KOMPAS.TV – Krisis energi global kian nyata setelah pasokan minyak dunia dilaporkan turun drastis hingga 12 juta barel per hari akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dampaknya sudah mulai terasa di Asia dan diperkirakan akan menjalar ke Eropa dalam waktu dekat.
Kepala International Energy Agency Fatih Birol menyebut gangguan pasokan ini sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah modern.
Baca Juga: Kilang Minyak Bazan di Haifa Terbakar Usai Serangan Rudal, Pasokan Energi Israel Terancam
Ia menegaskan bahwa kondisi pada April 2026 diprediksi akan dua kali lebih buruk dibandingkan bulan sebelumnya.
“Masalah terbesar saat ini adalah kekurangan bahan bakar pesawat dan diesel. Kita sudah melihat dampaknya di Asia, dan segera akan terasa di Eropa pada April atau Mei,” ujar Birol dikutip dari Al Jazeera.
Penurunan pasokan ini tidak hanya dipicu oleh gangguan distribusi, tetapi juga kerusakan pada infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.
Sedikitnya 40 fasilitas energi dilaporkan terdampak, termasuk kilang dan unit produksi strategis.
Di saat yang sama, jalur distribusi utama dunia di Selat Hormuz mengalami gangguan serius.
Sekitar 20 persen suplai minyak global biasanya melewati selat ini, namun kini lalu lintas pengiriman turun drastis akibat konflik yang berlangsung.
Kondisi tersebut membuat pasokan minyak tidak hanya berkurang, tetapi juga sulit mencapai pasar global.
Dampak krisis energi paling cepat dirasakan di Asia, yang sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah.
Sejumlah negara mulai mengalami tekanan pasokan, terutama untuk bahan bakar utama seperti diesel dan avtur.
Baca Juga: Trump Izinkan Kapal Tanker Minyak Rusia Terobos Blokade AS ke Kuba
Keterbatasan pasokan ini berpotensi mengganggu berbagai sektor penting, mulai dari transportasi udara hingga distribusi logistik.
Beberapa negara bahkan mulai mempertimbangkan langkah darurat untuk menjaga stabilitas energi domestik.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- krisis minyak global 2026
- pasokan minyak dunia turun
- IEA Fatih Birol minyak
- Selat Hormuz krisis
- dampak krisis energi Asia
- krisis energi Eropa 2026





