Kendaraan militer Israel melakukan operasi perbatasan lebih jauh ke wilayah Lebanon Selatan, sebagaimana diperlihatkan foto-foto Reuters, Rabu (1/4/2026). Langkah tersebut diambil Israel guna menghentikan serangan roket serta rudal antitank kelompok Hizbullah yang terus menyasar wilayah utara Israel. (REUTERS/Tyrone Siu)
2/7Dalam pernyataan resminya melalui Komando Utara Israel, Netanyahu menegaskan bahwa perluasan zona keamanan ini bertujuan untuk menggagalkan ancaman invasi dan menjauhkan daya jangkau tembakan Hizbullah dari pemukiman warga Israel di perbatasan. (REUTERS/Tyrone Siu)
Meski demikian, pihak Tel Aviv belum merinci apakah operasi ini akan melampaui Sungai Litani yang berjarak 30 kilometer dari perbatasan. (REUTERS/Tyrone Siu)
4/7Pengumuman ini menandai peningkatan intensitas pertempuran yang dipicu oleh serangan balasan Hizbullah pasca-serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran. (REUTERS/Tyrone Siu)
Netanyahu mengeklaim pasukan Israel telah mengeliminasi ribuan pejuang Hizbullah dan secara signifikan mengurangi cadangan rudal kelompok tersebut. Israel bertekad untuk mengubah situasi keamanan di perbatasan utara secara fundamental agar warga sipil dapat kembali dengan aman. (REUTERS/Tyrone Siu)
6/7Konflik yang pecah sejak 2 Maret 2026 ini telah menelan korban jiwa yang signifikan di kedua belah pihak. Otoritas kesehatan Lebanon melaporkan lebih dari 1.100 orang tewas akibat serangan udara dan operasi darat Israel, termasuk warga sipil dan tenaga medis. (REUTERS/Tyrone Siu)
7/7Perluasan operasi ini memicu kekhawatiran global akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut, mengingat keterlibatan langsung berbagai aktor regional dan dukungan militer Amerika Serikat di balik operasi Israel. (REUTERS/Tyrone Siu)
Add as a preferredsource on Google




