jpnn.com, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memberikan atensi serius terhadap keselamatan pihak-pihak yang terlibat dalam pengungkapan kasus kekerasan yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Sedikitnya 12 orang kini tengah menjalani proses asesmen akibat adanya dugaan ancaman yang mereka terima.
BACA JUGA: PBNU Seharusnya Bersuara Lantang Merespons Kasus Andrie Yunus
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengungkapan kasus, termasuk saksi, pendamping, maupun pihak yang aktif menyuarakan perkara tersebut.
Koordinator Subkomisi Penegakan HAM sekaligus Komisioner Mediasi Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi di Jakarta, Rabu, mengatakan asesmen tersebut masih berlangsung untuk menentukan tingkat risiko dan kebutuhan perlindungan.
BACA JUGA: Ingin Periksa Andrie Yunus Korban Penyiraman Air Keras, TNI Surati LPSK
"Kami sedang melakukan asesmen terhadap 12 orang," ujarnya.
Ia menyebut terdapat indikasi ancaman yang dialami sejumlah pihak yang kini tengah dipetakan oleh Komnas HAM.
BACA JUGA: Temuan TAUD di Kasus Andrie Yunus Mengejutkan, Diduga Bukan 4 Pelaku, Waduh
"Ada indikasi ancaman pada setidaknya 12 orang," katanya.
Menurut Pramono, bentuk ancaman yang muncul umumnya terjadi di ruang digital, termasuk melalui media sosial dan komunikasi daring lainnya.
Komnas HAM juga menegaskan identitas pihak yang mengalami ancaman belum dapat diungkap ke publik demi menjaga keselamatan mereka.
"Kami belum bisa sebutkan nama 12 orang ini untuk keselamatan," katanya.
Selain asesmen, Komnas HAM melakukan pemetaan dan profiling terhadap pola ancaman yang muncul, termasuk kemungkinan keterkaitan antaraktor.
Upaya tersebut guna memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam proses hukum mendapatkan perlindungan memadai, sehingga upaya penegakan hukum oleh aparat dapat berjalan tanpa tekanan maupun intimidasi.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




