800 Unit Rusun Buat Warga Bantaran Rel Senen dan Tanah Abang Segera Dibangun

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Proyek ini akan dibangun di dua lokasi, yakni kawasan Pasar Senen dan Tanah Abang dengan masing-masing sebanyak 300 dan 500 unit.

800 Unit Rusun Buat Warga Bantaran Rel Senen dan Tanah Abang Segera Dibangun. (Foto Iqbal Dwi/IMG)

IDXChannel - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membangun sebanyak 800 unit hunian vertikal atau rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya yang tinggal di kawasan bantaran rel wilayah DKI Jakarta.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, proyek ini akan dibangun di dua lokasi, yakni kawasan Pasar Senen dan Tanah Abang dengan masing-masing sebanyak 300 unit dan 500 unit. Penyelesaiannya ditargetkan serentak pada 15 Juni 2026. 

Baca Juga:
Danantara Kucurkan Rp14 Triliun untuk Bangun Rusun Subsidi di Lahan Lippo Group

"Di Senen, tepatnya di Kramat, akan dibangun sekitar 300 unit hunian di atas lahan milik Angkasa Pura. Kemudian di Tanah Abang akan dibangun sekitar 500 unit di lahan milik Kereta Api Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor BP BUMN, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Dia menjelaskan, proyek ini merupakan bentuk kolaborasi lintas BUMN yang melibatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports dalam penyediaan lahan, serta dukungan pihak swasta melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), dari sisi dukungan konstruksi.

Baca Juga:
KAI Groundbreaking Pembangunan 2.200 unit Rusun di Kawasan TOD Stasiun Manggarai

“Inisiatif ini menekankan kapan selesainya, bukan kapan dimulainya. Ini memberikan kepastian yang sangat penting bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga:
Pembangunan Rusun Stasiun Pasar Senen Ditargetkan Mei 2026

Dia juga mengungkapkan, pemerintah akan terus mendorong model kolaborasi serupa ke depan. Bahkan dalam waktu dekat, dirinya bersama jajaran BUMN akan kembali meninjau lokasi lain untuk pengembangan hunian berbasis kolaborasi antara BUMN dan swasta.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria menegaskan komitmen BUMN dalam mendukung program penyediaan perumahan bagi masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan aset-aset BUMN yang sebelumnya kurang optimal akan difokuskan untuk kepentingan publik, termasuk pembangunan hunian layak.

“Aset-aset yang belum termanfaatkan akan kita optimalkan agar bisa dinikmati masyarakat. Ini bagian dari komitmen bahwa BUMN adalah milik rakyat,” kata dia.

Dony menambahkan, pihaknya saat ini juga tengah melakukan pemetaan terhadap berbagai aset BUMN di kota-kota besar yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap perumahan. Program pembangunan hunian di Senen dan Tanah Abang ini diharapkan menjadi model percepatan penyediaan rumah di kawasan perkotaan padat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengurangi backlog perumahan nasional.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, JK: Indonesia Bukan Negara Penakut
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Terdakwa Videografer Amsal Sitepu Jalani Sidang Vonis Hari Ini
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
To The Moon! Besok Pagi, Manusia Bakal Terbang ke Bulan untuk Kedua Kalinya
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Jepang Tempatkan Senjata Misil di Laut Cina Selatan, Bisa Jangkau Shanghai
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Warga Asrama Yonif 113/JS Gelar Tahlilan Tujuh Hari di Bireuen
• 7 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.