Sektor Agribisnis Indonesia Siap Perkuat Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing di Kawasan ASEAN

tvonenews.com
12 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - ASEAN Food & Beverage Alliance (AFBA) bersama Oxford Economics pada Rabu (1/4) meluncurkan laporan bertajuk “Economic Insights : Unlocking Indonesia’s Agri-Food Powerhouse”. Didukung oleh Food Industry Asia (FIA), laporan ini menegaskan peran strategis sektor agribisnis dalam mendorong penciptaan lapangan kerja, investasi serta perdagangan di Indonesia. 

Peluncuran laporan ini mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin industri dan pemangku kepentingan regional untuk membahas bagaimana sektor agribisnis dapat dioptimalkan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia di kawasan ASEAN.

Membuka acara, Satvinder Singh, Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Ekonomi ASEAN, menekankan pentingnya kolaborasi regional dalam memperkuat sistem pangan dan rantai pasok di Asia Tenggara. 

“Pertanian bukan sekadar sebuah sektor tetapi sekaligus tulang punggung sejati bagi ekonomi, ketahanan pangan dan stabilitas sosial kita. ASEAN merepresentasikan pasar konsumen yang dinamis dengan 700 juta orang dan kita harus menjaga serta menumbuhkan pasar ini secara efektif bersama-sama melalui kerangka kerja," ungkap Satvinder Singh.

Adapun kerangka kerja tersebut lanjut Satvinder meliputi ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) yang telah ditingkatkan dan Digital Economy Framework Agreement (DEFA). 

"Kita menyediakan kepastian hukum dan konektivitas yang diperlukan bagi bisnis global untuk berkembang di kawasan ini," lanjut Satvinder Singh menambahkan.

Sementara itu dalam pidato utama, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup di Kementerian PPN/Bappenas, memaparkan arah transformasi sektor agribisnis dalam visi Indonesia Emas 2045. 

“Saat ini kami sedang mengimplementasikan transformasi struktural yang berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian dan menghubungkannya dengan pengembangan agro-industri kami. Agenda ini yang didorong oleh praktik berkelanjutan dan kemajuan komunitas akan membantu kita mencapai konsep holistik resiliensi nasional, tidak hanya terbatas pada pertahanan tradisional, tetapi memastikan ketahanan pangan dan gizi bagi populasi kita yang terus tumbuh," tandas Leonardo A. A. Teguh Sambodo.

Transformasi tersebut sejalan dengan agenda RPJMN 2025 - 2029 yang menitikberatkan pada peningkatan nilai tambah agro-industri, penguatan ketahanan pangan serta pengurangan kemiskinan di pedesaan dan kesenjangan wilayah. Upaya ini didorong melalui reformasi kebijakan, peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur dan logistik serta penguatan kemitraan publik dan swasta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dinar Candy Bongkar Safa Marwah Pernah Diajak VCS Oleh Pria yang Kini Viral, Cuma Ditawar Sejuta
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Pramono Pastikan Tetap Ngantor meski Ada WFH, Samakan Diri dengan Wartawan
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Saham KRYA Anjlok 65 Persen di Tengah Aksi Jual Pengendali
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Korea Selatan Soroti Peran Energi Indonesia
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pemkot Surabaya Tambah Titik CFD Dukung Mobilitas Ramah Lingkungan
• 13 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.