BEKASI, KOMPAS.com – Polisi mengungkapkan bahwa proses pendalaman keterangan TW (54), korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal, belum dapat dilakukan secara maksimal.
Penyerangan itu terjadi di Perumahan Bumi Sani, Kelurahan Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 04.50 WIB.
“Korban hanya memberikan keterangan terbatas di awal setelah kejadian karena kondisinya belum stabil,” kata Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Rentetan Teror Air Keras di Bekasi, Dari Mobil Fotuner hingga Warga Kena Stroke
Wuriyanti menyebutkan, hingga saat ini pihak kepolisian masih mendalami motif di balik penyerangan tersebut.
“Belum diketahui dugaan motifnya,” ujar dia.
Wuriyanti mengatakan, polisi juga akan menelusuri dugaan teror penyiraman air keras yang sebelumnya sempat menyasar kendaraan mobil pada Oktober dan November 2025.
"Kami akan menyelidiki apakah ada kaitan antara kedua kasus tersebut. Saat ini masih dalam penyelidikan,"
Baca juga: Saksi Ungkap Ciri Penyiram Air Keras di Bekasi: Naik Motor Matic dan Berjaket Hitam
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi serta mengamankan barang bukti dari lokasi kejadian.
“Sejauh ini saksi yang sudah dimintai keterangan tujuh orang. Barang bukti yang diamankan berupa pakaian dan sandal yang digunakan korban,” ujarnya.
Meski demikian, Wuriyanti menegaskan fokus utama saat ini masih pada penanganan medis korban.
Oleh karena itu, pemeriksaan lanjutan terhadap korban dilakukan secara bertahap.
Baca juga: Teror Air Keras di Bekasi, Awalnya Sasar Mobil Fortuner Kini Serang Warga
Sebelumnya diberitakan, TW menjadi korban penyiraman air keras saat berjalan menuju mushala untuk menunaikan shalat subuh.
Mushala tersebut berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bakar cukup serius di sejumlah bagian tubuh.
“Korban mengalami luka bakar sekitar 30 persen di area wajah, telinga, leher, dada, perut, dan bahu,” kata Wuriyanti.
Ia menambahkan, jenis cairan yang digunakan pelaku masih dalam penyelidikan dan akan dianalisis lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Baca juga: Pria di Bekasi Disiram Air Keras Saat Berangkat Subuh, Kondisi Korban Memprihatinkan
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, serta mengumpulkan petunjuk di sekitar lokasi.
Penanganan kasus ini juga melibatkan Satreskrim Polres Metro Bekasi.
Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu pelaku penyiraman air keras tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




