Doha: Tiga rudal jelajah Iran diluncurkan ke arah Qatar pada Rabu, 1 April 2026, dengan satu di antaranya menghantam kapal tanker minyak di perairan teritorial negara tersebut.
Kementerian Pertahanan Qatar, dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform X, menyatakan bahwa dua rudal berhasil dicegat, sementara satu lainnya mengenai kapal tanker yang disewa oleh Qatar Energy.
Mengutip Anadolu, Rabu, 1 April 2026, pihak berwenang segera mengaktifkan langkah-langkah darurat dan berkoordinasi untuk mengevakuasi seluruh 21 awak kapal tanpa adanya korban jiwa.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, yang menurut otoritas Iran telah menewaskan lebih dari 1.340 orang.
Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan sektor penerbangan.
Ancaman terhadap lalu lintas maritim meningkat seiring dengan intensifikasi konflik AS-Israel dengan Iran di seluruh wilayah.
Iran telah melancarkan serangkaian serangan terhadap fasilitas minyak dan gas di Teluk setelah serangan Israel terhadap infrastruktur gasnya sendiri. Perang tersebut telah melumpuhkan 17% kapasitas ekspor gas alam cair (LNG) Qatar, mengancam pasokan ke Eropa dan Asia.
Drone Iran telah menghantam tangki bahan bakar di bandara internasional Kuwait, menyebabkan kebakaran besar, dan pihak berwenang di Bahrain melaporkan kebakaran di fasilitas perusahaan yang tidak disebutkan namanya, seiring dengan berlanjutnya perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran selama lima minggu.
Abdullah al-Rajhi, juru bicara Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil di Kuwait, pada hari Rabu mengatakan bahwa bandara tersebut telah menjadi sasaran "serangan berani oleh drone dari Iran dan faksi bersenjata yang didukungnya".
Serangan udara tersebut menargetkan tangki bahan bakar di bandara, “menyebabkan kebakaran besar di lokasi tersebut”, kata al-Rajhi seperti dikutip oleh Kantor Berita Kuwait (KUNA).




