Restrukturisasi Keuangan, Krakatau Steel Catat Laba USD339,6 Juta pada 2025

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

 

Jakarta: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (Perseroan)/Krakatau Steel Goup (KRAS) membukukan laba bersih USD339,64 juta (setara Rp5,68 triliun) pada tahun buku 2025. Pencapaian ini merupakan buah dari kepercayaan para pemangku kepentingan, serta langkah strategis pembenahan internal yang dilakukan secara bertahap.

Laba bersih yang tercatat pada periode ini sebagian besar bersumber dari keuntungan buku (accounting gain) atas keberhasilan program restrukturisasi utang yang komprehensif. Perseroan mencatatkan pendapatan keuangan USD l519,92 juta dari proses restrukturisasi tersebut, termasuk laba atas penyelesaian kewajiban dipercepat (haircut) senilai USD156,74 juta.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menyampaikan hasil positif ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah melalui Danantara, serta kepercayaan para kreditur dan mitra bisnis.

"Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentukamanah dari para pemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi pendorong utama bagi kami untuk terus berbenah. Laba ini adalah titik awal yang kami sikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri baja nasional," ujar Akbar Djohan, dalam keterangannya, Rabu, 1 April 2026.

Sepanjang 2025, Perseroan membukukan pendapatan USD959,84 juta (Rp16,05 triliun). Total volume penjualan produk baja mencapai 944.562 ton, meningkat tajam sebesar 29,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Penguatan Struktur Neraca dan Tata Kelola

Ketangguhan Krakatau Steel di 2025 tidak hanya tercermin pada angka laba, tetapi juga terlihat jelas dari struktur neracanya yang kian sehat dan kokoh. Perseroan memperkuat posisi keuangannya dengan mencatatkan total aset sebesar USD2,77 miliar atau setara dengan Rp46,24 triliun.

Di saat yang sama, komitmen Perseroan dalam menyelesaikan kewajiban utang membuahkan hasil nyata, total liabilitas berhasil ditekan turun sebesar 17,04 persen menjadi USD2,04 miliar (Rp34,11 triliun).

Efek positif dari perbaikan kinerja ini membawa pertumbuhan yang sangat signifikan pada sisi ekuitas perusahaan. Tercatat, nilai ekuitas Perseroan melonjak hingga lebih dari dua kali lipat menjadi USD725,51 juta atau sekitar Rp12,13 triliun, sebuah indikator Krakatau Steel kini memiliki landasan finansial yang jauh lebih kuat untuk ekspansi di masa depan.

Baca Juga:  Sinergisitas Lintas Lembaga Negara Perkuat Masa Depan Industri Baja



Ilustrasi industri baja. Dok. Krakatau Steel

Melengkapi kesehatan finansial tersebut, Perseroan meneguhkan komitmennya pada aspek transparansi dan tata kelola. Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, Krakatau Steel meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari Auditor Independen.

Akbar Djohan menegaskan predikat WTM ini jaminan kepercayaan bagi seluruh pemegang saham maupun mitra bisnis.

"Kami menyadari masih banyak tantangan di depan. Oleh karena itu, Perseroan akan terus melakukan evaluasi portofolio secara aktif dan meninjau kembali kerja sama yang belum memberikan nilai optimal, demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh stakeholders," ujar Akbar Djohan.

Proyeksi Strategis dan Optimalisasi Portofolio Masa Depan

Menatap masa depan, Krakatau Steel memandang optimis kelanjutan tren pertumbuhan ini melalui peningkatan utilisasi fasilitas produksi dan penguatan pangsa pasar domestik. Fokus strategis Perseroan tetap tertuju pada pemenuhan kebutuhan sektor infrastruktur dan otomotif yang terus berkembang, selaras dengan semangat pembangunan nasional l, serta percepatan hilirisasi industri menuju visi Indonesia Emas.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental perusahaan, Perseroan secara aktif melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh portofolio bisnis, termasuk meninjau kembali sejumlah kerja sama modal ventura (joint venture) guna memastikan keselarasan dengan target pertumbuhan.

Perseroan meyakini apabila kinerja seluruh unit JV menunjukkan tren positif, terutama PT Krakatau Posco sebagai mitra strategis utama, hal tersebut dipastikan akan memberikan kontribusi yang jauh lebih besar dan berkelanjutan terhadap kinerja keuangan konsolidasi Krakatau Steel secara keseluruhan.

Sejalan dengan komitmen pada tata kelola yang lebih baik dan disiplin investasi yang ketat, Krakatau Steel terus melakukan langkah strategis untuk mengoptimalkan setiap kerja sama agar sejalan dengan arah bisnis jangka panjang. Keputusan ini diambil demi memperkokoh struktur keuangan, serta memastikan setiap inisiatif bisnis mampu memberikan nilai tambah yang maksimal bagi ekosistem bisnis Krakatau Steel dan seluruh pemangku kepentingan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada Child Grooming: Ini Ciri-ciri yang Perlu Orang Tua Kenali
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Siswa Sudah Berubah, Tapi Cara Mengajar Kita Masih Sama
• 42 menit lalukumparan.com
thumb
12 Orang yang Menangani Pengungkapan Kasus Andrie Yunus Terindikasi Mendapat Ancaman
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Harga Emas UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Kamis 2 April 2026
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Sinopsis Drama China The Eternal Fragrance, Kisah Cinta Ju Jing Yi dan Song Weilong di Tengah Perang Tiga Alam
• 15 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.