DEPOK, KOMPAS.com - Di Kukusan, Beji, hingga Depok Baru, Kota Depok, Jawa Barat, lampu warung Madura tetap menyala ketika sebagian besar toko sudah tutup.
Dari sopir malam yang singgah untuk kopi, mahasiswa yang mencari mie instan tengah malam, hingga warga kos yang ingin minuman hangat, arus kebutuhan tidak pernah berhenti.
Fenomena warung madura yang buka 24 jam bukan sekadar kebiasaan, tetapi respons terhadap pola hidup kota yang tidak pernah tidur.
Kebutuhan yang muncul di luar jam normal menjadi alasan utama warung kecil ini memilih tetap buka tanpa henti.
Baca juga: Buka 24 Jam, Cerita di Balik Warung Madura yang Tak Pernah Tidur
Di Depok, warung madura menjadi titik yang selalu ramai, bahkan setelah tengah malam. Pembeli datang silih berganti, sebagian besar untuk kebutuhan mendesak.
Bahren (43), sopir travel malam, mengaku hampir setiap hari mampir ke warung madura saat bekerja.
Menurut dia, keberadaan warung 24 jam membuat pekerja malam seperti dirinya tidak kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
“Kalau kerja malam, warung seperti ini penting banget. Kadang jam 01.00 atau jam 02.00 WIB butuh kopi, rokok, atau air minum. Minimarket belum tentu buka, tapi warung madura pasti ada,” ujar dia.
Bagi mahasiswa dan warga kos, warung Madura menjadi penyelamat saat kebutuhan datang tiba-tiba.
Nabila (22), mahasiswa di Kukusan, sering mengandalkan warung saat mengerjakan tugas hingga larut malam.
“Kalau lagi bergadang, pasti butuh kopi atau mie instan. Jam segitu sudah tidak ada yang buka selain warung Madura,” kata dia.
Menurut dia, keberadaan warung sangat membantu karena lokasinya dekat tempat tinggal.
“Tidak perlu jauh-jauh. Tinggal jalan kaki sudah dapat semua yang dibutuhkan,” ucap dia.
Selain itu, kelengkapan barang dan fleksibilitas transaksi membuat warung nyaman bagi mahasiswa.