tvOnenews.com - Fenomena Furab kembali jadi sorotan publik. Nama yang menggabungkan Fuji dan Reza Arap ini makin ramai diperbincangkan, bahkan sampai membuat orang tua Fuji angkat bicara. Tak disangka, reaksi yang muncul justru bernada sindiran tajam dan penuh kekesalan.
Belakangan, tren menjodoh-jodohkan Fuji dengan Reza Arap di media sosial semakin menjadi-jadi. Tak hanya sekadar komentar, fenomena ini bahkan berkembang menjadi konten hingga lagu yang dibuat oleh netizen. Hal inilah yang kemudian memicu reaksi dari keluarga Fuji.
Diketahui, Furab merupakan akronim dari Fujianti Utami dan Reza Arap yang viral sejak Maret 2026. Tren ini muncul dari interaksi keduanya dalam konten Marapthon yang dinilai netizen memiliki chemistry manis dan menghibur. Sejak saat itu, dukungan untuk “menjodohkan” keduanya pun terus bermunculan.
kolase foto Reza Arap dan Fuji. (Sumber: Instagram @ybrap dan @fujian)
Namun di balik ramainya dukungan tersebut, keluarga Fuji justru merasa tidak nyaman. Haji Faisal dan istrinya, Dewi Zuhriati, mengaku terganggu dengan maraknya shipper Furab yang dinilai sudah kelewat batas.
Dalam unggahan Insertlive pada 1 April 2026, Haji Faisal mengungkapkan kekesalannya terhadap fenomena tersebut.
“Ini sebagian yang ngomong semakin menjadi-jadi omongnya. Dibully lagi, dibully dan diolok-olok. Ah, ini yang gimana sih cara berpikirnya? Saya juga enggak ngerti haters ini,” ujarnya.
Haji Faisal. (Sumber: YouTube Insertlive)
Ia juga menyoroti perilaku netizen yang dengan mudah menjodoh-jodohkan anaknya tanpa memikirkan perasaan pihak terkait.
“Dia yang menjodohkan kemudian dia bikin ini begitu. Apakah kalau andai kata dia digituin bagaimana atau kalau umpamanya anak digituin bagaimana? Nah, ini perasaan. Jadi kadang saya berpikir yang enggak-enggak jadinya. Gimana ya saya mau menanggapnya, kan bingung juga kan,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Haji Faisal juga menyentil keras pihak-pihak yang dianggap terlalu ikut campur dalam urusan pribadi anaknya.
“Ya cari sendiri, dia enggak mau kena pandai-pandainya orang lain. Saya selaku orang tua, kami selaku orang tua aja yang sejak dulu memang sudah kebiasaan di daerah kami untuk mencarikan jodoh untuk anak perempuan ataupun untuk anak laki-laki, enggak kami carikan, kok pandai-pandainya orang lain kan.”




