PEMERINTAH Kota (Pemkot) Sukabumi meminta bantuan Pemprov Jabar memperbaiki ruas Jalan Merbabu di Kecamatan Gunungpuyuh. Pasalnya, upaya perbaikan ruas jalan tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi, Barlian Hadi, mengatakan perbaikan di ruas Jalan Merbabu sementara ini dilakukan dengan kategori ringan. Itupun perbaikannya hanya di beberapa titik tertentu.
"Kami sedang berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat agar Jalan Merbabu
bisa diperbaiki secara total karena membutuhkan biaya cukup besar," kata Barlian, Rabu (1/4).
Baca juga : Proyek Jalan Inpres Nagekeo Rp18 Miliar PHO dalam Kondisi Rusak
Menurutnya, Pemkot Sukabumi mengusulkan agar dari Pemprov Jabar bisa dialokasikan melalui bantuan keuangan (bankeu). Dalihnya, anggaran bankeu biasanya relatif cukup besar.
"Sehingga penanganan ruas Jalan Merbabu bisa maksimal. Kami juga berupaya mengalokasikan biaya perbaikan melalui pergeseran anggaran. Mudah-mudahan Pemprov Jabar bisa membantu, sehingga bisa secepatnya kita perbaiki," terangnya.
Barlian tak memungkiri, tingginya intensitas curah hujan kurun beberapa bulan terakhir cukup berdampak terhadap kondisi infrastruktur jalan. Karena itu, kegiatan rutin pemeliharaan dengan cara perbaikan dilakukan secara bertahapm
Baca juga : Irma Prihatin Balita di Sukabumi Meninggal dalam Kondisi Penuh Cacing
"Titik yang telah kita perbaiki di antaranya berada di Jalan Cipelang Leutik dan Nangela," terang dia.
Dia mengaku, jumlah titik jalan yang diperbaiki relatif masih cukup terbatas. Kondisi itu terjadi karena dihadapkan dengan penyesuaian anggaran.
"Perbaikan yang kami lakukan dengan metode patching untuk menambal kerusakan pada jalan. Ini memang baru awal tahun. Anggarannya belum cair. Insya Allah, setelah anggaran tersedia, ruas jalan yang lainnya akan kita perbaiki," ungkap Barlian.
Selain ruas Jalan Merbabu, Dinas PUTR juga merencanakan segera memperbaiki Jalan Ciaul Pasir. Di ruas jalan itu kerusakannya akibat sering terjadi genangan air.
"Ada beberapa spot yang telah dilakukan penambalan, tapi karena curah hujan tinggi dan drainase mampet, sehingga ada limpasan ke jalan. Kami juga mohon kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran-saluran air. Ini yang menyebabkan air meluap hingga terjadi genangan hingga merusak kualitas aspal," pungkasnya. (BB/E-4)





