Pantau - Partai Golkar mendukung pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah tegas terkait gugurnya tiga prajurit TNI akibat serangan Israel terhadap markas UNIFIL di Lebanon.
Dorongan Sikap Tegas PemerintahWakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan pentingnya respons kuat terhadap pelanggaran hukum humaniter internasional.
Ia mengatakan, "Kita harus bersatu dan mendukung pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah dan sikap yang lebih tegas terhadap pihak mana pun yang melakukan kekerasan dan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa."
Menurut Doli, serangan tersebut mencederai nilai kemanusiaan dan harus menjadi dasar bagi Indonesia untuk meningkatkan tekanan terhadap pihak terkait.
Ia juga menyoroti berbagai pelanggaran yang dilakukan Israel sepanjang 2025 yang dinilai melanggar hukum internasional.
Ia mengungkapkan, "Melihat semua pelanggaran itu, kita sebagai bangsa berdaulat harus mengutuk keras aksi tersebut, karena mencederai nilai-nilai kemanusiaan."
Evaluasi Peran dan Perlindungan PrajuritDoli mendorong DPR RI untuk aktif mendorong pemerintah mengambil langkah konkret serta berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna mengakhiri konflik.
Ia menyatakan, "Krisis ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga mengakibatkan korban jiwa di TNI."
Selain itu, ia meminta pemerintah mempertimbangkan kembali keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace.
Doli mengatakan, "Tidak ada gunanya kita duduk bersama di forum tersebut berbicara tentang perdamaian. Namun, di saat yang sama, mereka melakukan genosida, dan terus melakukan kampanye kekerasan ke mana-mana."
Ia juga menekankan pentingnya negara memberikan penghargaan dan jaminan masa depan bagi keluarga prajurit yang gugur.
Sebagai informasi tambahan, tiga prajurit TNI yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan dalam misi perdamaian PBB pada 29 hingga 30 Maret 2026.



