PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan, penjualan periode Angkutan Lebaran 2026 mencapai 5.048.200 tiket hingga hari ini, Rabu 1 April 2026.
IDXChannel - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan, penjualan periode Angkutan Lebaran 2026 mencapai 5.048.200 tiket hingga hari ini, Rabu 1 April 2026. Angka tersebut sekira 112,2 persen dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk.
"Secara kumulatif, penjualan tiket Angkutan Lebaran hingga 1 April 2026 pukul 10.00 WIB mencapai 5.048.200 tiket dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk atau 112,2 persen," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba melalui keterangannya, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Berdasarkan data operasional 31 Maret 2026, KAI masih melayani 159.105 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dengan tingkat okupansi 98,8 persen. Sementara itu, untuk hari ini hingga 1 April 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket KA Jarak Jauh telah mencapai 127.182 tiket atau 78,9 persen dari kapasitas harian.
"Angka ini masih berpotensi bertambah seiring penjualan yang berlangsung hingga malam hari," kata dia.
Rinciannya, layanan KA Jarak Jauh mencatat 4.220.296 pelanggan atau 118,2 persen dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk.
Sementara itu, KA Lokal melayani 827.904 pelanggan atau 89,3 persen dari kapasitas 926.936 tempat duduk.
"Sejak pertengahan Maret, volume pelanggan terus meningkat dan tetap tinggi hingga fase arus balik. Kereta api menjadi pilihan karena kepastian jadwal dan kenyamanan perjalanan," kata dia.
Selama periode 11-31 Maret 2026, KAI telah melayani 4.903.663 pelanggan, terdiri dari 3.947.226 pelanggan KA Jarak Jauh dan 956.437 pelanggan KA Lokal. Peningkatan volume terjadi secara bertahap dan mencapai puncak pada fase arus balik.
Berikut rincian volume harian KA Jarak Jauh (11–31 Maret 2026):
* 11 Maret: 101.617 pelanggan (63,7 persen)
* 12 Maret: 126.208 pelanggan (79,2 persen)
* 13 Maret: 165.675 pelanggan (101,4 persen)
* 14 Maret: 185.871 pelanggan (113,7 persen)
* 15 Maret: 180.856 pelanggan (110,7 persen)
* 16 Maret: 173.753 pelanggan (106,3 persen)
* 17 Maret: 191.413 pelanggan (117,1 persen)
* 18 Maret: 205.842 pelanggan (125,9 persen)
* 19 Maret: 196.324 pelanggan (120,1 persen)
* 20 Maret: 167.685 pelanggan (104,6 persen)
* 21 Maret: 193.635 pelanggan (120,2 persen)
* 22 Maret: 242.810 pelanggan (150,7 persen)
* 23 Maret: 247.025 pelanggan (154,1 persen)
* 24 Maret: 250.650 pelanggan (153,4 persen)
* 25 Maret: 230.822 pelanggan (141,2 persen)
* 26 Maret: 221.307 pelanggan (135,4 persen)
* 27 Maret: 218.395 pelanggan (133,6 persen)
* 28 Maret: 222.101 pelanggan (135,9 persen)
* 29 Maret: 229.261 pelanggan (140,3 persen)
* 30 Maret: 182.763 pelanggan (111,8 persen)
* 31 Maret: 159.105 pelanggan (98,8 persen)
"Sebaran volume pelanggan yang tinggi sepanjang periode ini menunjukkan pergerakan masyarakat berlangsung lebih merata sejak awal hingga akhir masa angkutan. Pola ini memberikan ruang bagi operasional kereta api tetap terjaga stabil di tengah tingginya mobilitas," katanya.
(Dhera Arizona)





