Menko Polkam: Pelaku Serangan di Lebanon Harus Dihukum

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago secara tegas meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) transparan dalam melakukan penyelidikan peristiwa serangan yang menewaskan 3 personel pasukan perdamaian TNI di Lebanon selatan.

Bahkan Djamari katakan, pelaku penyerangan terhadap pasukan perdamaian PBB harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

“Pemerintah menuntut penyelidikan PBB yang cepat, transparan, dan komprehensif serta menegaskan bahwa pelaku harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya kekebalan,” ucap Djamari, Rabu (1/4/2026).

Djamari menegaskan serangan berulang yang dialami personel TNI merupakan tindakan yang tidak dapat diterima. 

Selain itu, kata dia, Insiden tersebut mencerminkan rendahnya komitmen terhadap jaminan keselamatan pasukan perdamaian oleh pihak yang bertikai.

Menurut Djamari, serangan yang menewaskan 3 personel pasukan perdamaian dari Indonesia menjadi luka bagi TNI karena harus kehilangan prajurit-prajurit terbaiknya di tengah-tengah misi menciptakan perdamaian dunia.

Atas dasar itu, Djamari mendesak PBB bertindak tegas dan konsisten dalam menindaklanjuti hasil penyelidikan demi menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

Selain itu, Djamari menambahkan, Kemenko Polkam selaku Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP) akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keselamatan personel di daerah penugasan.

Caranya dengan melakukan peninjauan ulang protokol keamanan prajurit agar sesuai dengan perkembangan situasi di wilayah konflik di Lebanon selatan.

Sebelumnya, tiga personel TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dikabarkan gugur saat bertugas di Lebanon.

Berdasarkan data dari TNI, mereka yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar.

Fahrizal meninggal akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3/2026). 

Sedangkan Nur Ichwan dan Zulmi meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin (30/3/2026). (aag)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Coca Cola Dorong Lingkungan Kerja Adil dan Berkelanjutan
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
5 Daftar Jalur Masuk PTN Masih Dibuka, Ada SNBT, Mandiri, hingga Ketua Osis
• 16 jam laludisway.id
thumb
Alexander akan mulai kembali berlatih bersama Liverpool
• 38 menit laluantaranews.com
thumb
Dimediasi Kampus, Kasus Pelecehan Seksual Kader HMI Unissula Berakhir Damai
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Buldoser Tabrak Pasar, 8 Orang Tewas
• 5 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.