Trump klaim Iran minta gencatan senjata, Teheran bantah keras

antaranews.com
15 jam lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu mengeklaim bahwa "kepemimpinan baru" Iran meminta gencatan senjata dengan Washington, tetapi ia berkata AS hanya akan mempertimbangkan permohonan itu jika Selat Hormuz dibuka.

"Presiden rezim baru Iran, yang tidak seradikal dan lebih cerdas dari pendahulunya, baru saja meminta gencatan senjata dengan Amerika Serikat," kata Trump melalui platform Truth Social.

Washington hanya akan mempertimbangkan permintaan itu ketika Selat Hormuz "terbuka, bebas, dan bersih", ucap Trump, seraya mengatakan bahwa AS akan terus membombardir Iran hingga "kembali ke zaman batu" sebelum hal tersebut tercapai.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeli Baqaei dengan serta-merta membantah klaim Trump tersebut. Ia mengatakan, pernyataan bahwa Teheran meminta gencatan senjata tidak sesuai realitas.

Media Axios, mengutip tiga pejabat AS, melaporkan bahwa perundingan tengah berlangsung dalam rangka mengusahakan gencatan senjata sebagai imbalan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Para pejabat mengatakan, Trump secara aktif membahas kemungkinan tersebut dengan pihak-pihak di dalam maupun di luar pemerintahan, meski ia juga diperingatkan bahwa masih belum jelas apakah kesepakatan dapat dicapai.

Para sumber tidak merinci apakah dialog tersebut dilakukan secara langsung antara kedua pihak atau melalui perantara seperti Pakistan.

Menlu Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan bahwa dialog yang berjalan dengan AS bukan perundingan, tetapi hanya pertukaran pesan secara terbatas baik secara langsung ataupun melalui perantara di kawasan.

Adapun Trump berulang kali menyebut kepemimpinan baru Iran "jauh lebih masuk akal" daripada kepemimpinan sebelumnya.

Kepada NBC News awal pekan ini, Presiden AS itu meyakini bahwa perang di Iran akan "segera berakhir" dan bahwa AS telah berhasil mencapai "perubahan rezim total". Ia juga berkata bahwa Washington tengah berkomunikasi dengan ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Sumber: Anadolu



Baca juga: Menlu Iran sebut kepercayaan terhadap AS "berada di angka nol"

Baca juga: Trump pertimbangkan AS keluar dari NATO karena tolak bantu lawan Iran


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perusahaan Swasta Bebas Tentukan Hari Pelaksanaan WFH
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Purbaya: Pertamina Tanggung Selisih BBM Nonsubsidi untuk Sementara
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Resmi Diluncurkan! Aplikasi Jaga Dapur MBG Awasi Program Makan Gratis di Seluruh Indonesia
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Neraca Dagang RI Surplus US$1,27 Miliar, Ditopang Ekspor Nonmigas
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gempa Besar Picu Kepanikan, Warga Halmahera Barat Mengungsi Takut Tsunami
• 6 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.