Bisnis.com, JAKARTA — Anak usaha PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Astra Komponen Indonesia (ASKI), meluncurkan enam alat kesehatan berbasis teknologi digital pada Rabu (1/4/2026), sejalan dengan upaya pemerintah mendorong kemandirian alat kesehatan nasional.
Produk tersebut mencakup ultrasonografi 4D, syringe pump, infusion pump, electrocardiograph 12 channel, tensimeter sekaligus alat pengukur kadar gula, kolesterol, dan asam urat GCU 4in1, serta GCU 3in1 yang diintegrasikan dengan aplikasi digital dan predictive analytics berbasis Artificial Intelligence untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan terintegrasi.
Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi memperluas portofolio alat kesehatan lokal sekaligus meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri di fasilitas layanan kesehatan.
Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, ASKI mengungkapkan perseroan mengembangkan perangkat yang terintegrasi dengan aplikasi digital dan teknologi analitik berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung layanan kesehatan yang lebih efektif.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai penguatan industri alat kesehatan dalam negeri menjadi kunci ketahanan sistem kesehatan nasional.
“Ada tiga hal penting mengapa kami mendorong kemandirian alat kesehatan di Indonesia. Pertama, kami ingin menyediakan alat kesehatan yang berkualitas dengan harga terjangkau untuk masyarakat,” ungkap Budi seperti dikutip keterangan resmi Astra, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga
- 2 Bos Astra Otoparts (AUTO) Kompak Ajukan Pengunduran Diri
- Astra (ASII) Gelar RUPS 23 April 2026, Bahas Usulan Dividen Final Rp292 per Saham
- Jurus Astra Credit (ACC) Dongkrak Pembiayaan Baru pada Kuartal I/2026
Selain itu, pengembangan alat kesehatan lokal dinilai penting untuk memastikan ketahanan sistem kesehatan serta menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan pemanfaatan alat kesehatan produksi dalam negeri meningkat dari sekitar 12 persen pada 2019 menjadi 48 persen pada 2024. Namun, jumlah produk impor masih mendominasi dengan lebih dari 59.000 produk dibandingkan sekitar 19.000 produk lokal.
Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan percepatan penguatan industri dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk luar.
ASKI sendiri telah mengembangkan lebih dari 30 jenis alat kesehatan sejak melakukan diversifikasi bisnis pada 2020, dengan tingkat kandungan dalam negeri berkisar 40–59 persen.
Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen Salim menyatakan penguatan riset dan pengembangan serta produksi lokal menjadi fokus utama perusahaan dalam menghadirkan produk yang kompetitif.
“Langkah ini merupakan wujud dari kontribusi kami dalam mendukung kemandirian industri alat kesehatan nasional,” ujarnya.




