Rakyat AS Turun ke Jalan, Desak Trump Hentikan Agresi dan Tirani Politik

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Gelombang demonstrasi besar-besaran bertajuk "No Kings" mengguncang berbagai penjuru Amerika Serikat sejak akhir pekan lalu. Jutaan warga turun ke jalan, menuntut Presiden Donald Trump untuk segera menghentikan agresi militer ke Iran dan mengembalikan martabat demokrasi Amerika yang dinilai kian otoriter.

Aksi yang berpusat di Washington D.C. ini juga menjalar ke kota-kota besar lainnya seperti New York, Minneapolis, Chicago, hingga Los Angeles. Menariknya, kemarahan publik tidak hanya datang dari barisan oposisi, tetapi juga merembet ke kantong-kantong pemilih konservatif.

Virginia Gunawan melaporkan bahwa esensi utama dari gerakan ini adalah kekhawatiran publik terhadap gaya kepemimpinan Trump yang menyerupai seorang raja dalam sistem demokrasi. "Tujuan utama dari kata No Kings itu adalah untuk mengembalikan sistem demokratik Amerika Serikat. Tidak adanya raja di Amerika Serikat yang punya sistem pemerintahan demokrasi di mana pemimpinnya itu dipilih oleh rakyat lewat pemilu," ujar Virginia Gunawan dalam Primetime News Metro TV, Rabu 1 April 2026. 
  Baca juga:
Trump Pertimbangkan Minta Negara Arab Tanggung Biaya Agresi ke Iran
Kemarahan Meluas ke Basis Pendukung Trump

Sentimen negatif terhadap pemerintahan Trump kali ini dianggap berbeda karena mulai menyentuh basis massa pendukungnya di Partai Republik. Virginia mencatat bahwa kenaikan biaya hidup menjadi faktor pemicu utama mengapa pendukung Trump turut turun ke jalan bersama massa progresif.

"Yang kita pantau, demonstrasi ini juga dilakukan di beberapa negara bagian konservatif, kantong-kantong di mana pendukung Donald Trump memberikan suara terbanyak. Ini menjadi sinyal bahwa para pendukungnya juga menunjukkan ketidaksukaan, terutama karena kebijakan ekonomi yang membuat harga bensin dan harga pangan di Amerika Serikat cukup meningkat tajam," jelas Virginia.

Kekecewaan ini semakin diperparah dengan kabar mengenai gaya hidup mewah presiden, termasuk renovasi Gedung Putih, di saat masyarakat kesulitan mengakses kebutuhan dasar.

Tuntutan Penghentian Agresi Iran

Selain isu domestik, agresi brutal militer AS-Zionis ke Iran menjadi isu sentral dalam poster-poster demonstran. Tokoh-tokoh besar seperti Senator Bernie Sanders, Gubernur Tim Walz, hingga aktor kawakan Robert De Niro terlihat dalam barisan aksi yang menuntut dihentikannya imperialisme Amerika.

Mengenai klaim Trump yang menyebut akan mengakhiri agresi dalam dua hingga tiga pekan lagi, Virginia melaporkan adanya skeptisisme dan polarisasi di tengah masyarakat.

"Publik sangat terbelah. Tergantung apakah publik akan percaya atau tidak, banyak proses yang harus dilakukan dan narasi yang harus dimainkan Gedung Putih. Para prediktor market melihat kemungkinan Amerika Serikat baru akan menyelesaikan perang sebelum Januari 2027," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNPB Pantau Tsunami Kecil Pasca Gempa Bitung
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Kasus Amsal Sitepu, Kejati Sumut Telusuri Dugaan Intimidasi oleh Jaksa
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Sidang Kasus Chromebook, Ahli Ungkap Larangan Saling Memengaruhi dalam Pengadaan
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Biaya Energi Industri Semen RI Membengkak, Terdampak Konflik Timur Tengah
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Ammar Zoni Menangis saat Susun Pleidoi, Kenang Kepergian Orang Tua dan Anak
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.