E-commerce Tetap Tumbuh, Konsumen Kian Selektif

mediaindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita

INDUSTRI e-commerce nasional sepanjang 2025 masih mencatatkan aktivitas belanja digital yang tinggi. Namun, pelaku industri mulai menghadapi perubahan perilaku konsumen yang kini lebih selektif dan rasional dalam berbelanja.

Perubahan ini membuat platform tidak lagi bisa hanya mengandalkan promosi untuk mendorong transaksi. Meski trafik tetap besar, pelaku industri dituntut menemukan strategi baru agar tetap relevan di tengah pasar yang semakin berhitung.

Induk usaha Sea Limited melaporkan kinerja kuat dari Shopee dengan nilai transaksi bruto (GMV) mencapai US$127,4 miliar sepanjang 2025, tumbuh sekitar 29% secara tahunan. Di Indonesia, Shopee tetap menjadi salah satu platform dengan tingkat penggunaan tertinggi, meski tekanan biaya promosi dan operasional masih menjadi tantangan.

Baca juga : Medsos Turut Pengaruhi Orangtua dalam Beli Produk untuk Anaknya 

Di sisi lain, PT Global Digital Niaga Tbk yang menaungi Blibli mencatat pertumbuhan yang solid. Perusahaan membukukan pendapatan neto Rp22,36 triliun atau tumbuh 34% secara tahunan, dengan gross profit before discount (GPBD) naik 32% serta take rate meningkat menjadi 8,5%.

Kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan kuat di akhir tahun, dengan lonjakan pendapatan kuartalan mencapai 55% secara tahunan, terutama dari penjualan smartphone melalui kanal omnichannel. Jumlah pengguna bertransaksi juga mencapai 5,1 juta sepanjang 2025.

CEO & Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, mengakui tekanan pasar masih akan berlanjut pada tahun ini.

Baca juga : Digitalisasi Pertanian Menuju Era Baru Wujudkan Ketahanan Pangan

“Tahun 2026 akan tetap penuh dengan tantangan. Pertumbuhan konsumsi Indonesia telah melambat, konsumen tetap selektif, dan intensitas persaingan di sektor e-commerce tidak menunjukkan tanda-tanda mereda,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan omnichannel menjadi strategi utama perusahaan dalam menghadapi kondisi tersebut, dengan mengintegrasikan kanal daring, toko fisik, dan pengalaman belanja hybrid.

Sementara itu, GoTo Group melaporkan penurunan rugi bersih hingga 77% pada 2025, seiring langkah efisiensi yang dilakukan. Kontribusi Tokopedia terhadap kinerja grup kini berasal dari entitas asosiasi, dengan imbal jasa e-commerce mencapai sekitar Rp820 miliar atau naik 32% secara tahunan.

Tokopedia juga mencatat laba sekitar Rp600 miliar sepanjang 2025, yang turut menopang perbaikan kinerja grup, meski sebagian dipengaruhi faktor non-operasional.

Secara keseluruhan, pergerakan industri sepanjang 2025 menunjukkan bahwa e-commerce Indonesia masih bertumbuh, namun dengan dinamika yang berbeda. Trafik yang tinggi tidak lagi secara otomatis berujung pada pertumbuhan signifikan, terutama ketika konsumen semakin berhati-hati dalam berbelanja. (E-4)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gelar Rapat dengan Amsal Sitepu-Kajari Karo, Komisi III: Tak Ada Intervensi Penanganan Kasus
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS: Pemerintah Batasi Pembelian, hingga Tetapkan WFH bagi ASN
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
SPBE Cimuning Bekasi Terbakar, Terdengar Ledakan
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Bapanas: Stabilitas-kewajaran harga pangan faktor utama jaga inflasi
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
BMKG: Potensi Tsunami hingga 3 Meter di Ternate-Bitung Akibat Gempa 7,6 M
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.