Kapten Zulmi Sebelum Gugur di Lebanon Sempat Telepon Sang Ayah

jpnn.com
14 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, CIMAHI - Iskandarudin menceritakan pesan terakhir yang diterima dari putra kebanggaannya, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, sebelum gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.

Dengan kesedihan yang tak tertahankan, dia menceritakan Zulmi sempat menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp pada Senin pagi atau hanya beberapa jam sebelum insiden ledakan proyektil merenggut nyawanya.

BACA JUGA: Pemerintah Tuntut Ada yang Bertanggung Jawab Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Zulmi saat itu menunjukkan perhatian mendalam kepada sang ayah.

"Senin pagi dia telepon WA. 'Assalamualaikum, Pa. Rencana hari ini mau ke mana?'. Dia bilang 'Nanti Papa kalau berangkat jangan sendirian' karena mungkin mengingat umur ya, dia juga berpesan 'Papa sudah tua, bawa teman atau gantian sopir'," kenang Iskandarudin dengan nada bergetar saat ditemui di rumah duka di Cimahi, Jawa Barat, Rabu.

BACA JUGA: Iran Tuding Israel Jadi Penyebab Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Iskandarudin, yang merupakan pensiunan anggota TNI, menyebut putranya sebagai anak yang memiliki masa depan yang sangat cemerlang dengan selalu berhasil menyelesaikan tugas dengan baik sehingga dipercaya memimpin kawan-kawannya.

"Karena saya merasa dari bawah selama berkarier jadi anggota saya belum pernah menduduki jabatan karena memang dari golongan terendah, karenanya saya sampaikan kepada dia: 'Jadilah pemimpin yang baik, yang dikenal oleh anggota'," tuturnya.

BACA JUGA: Personel TNI Gugur di Tengah Konflik Israel vs Hizbullah, Siapa Berulah?

Kepergian Kapten Zulmi terasa sangat menyesakkan bagi keluarga, mengingat sang perwira lulusan Akmil tersebut dijadwalkan akan menyelesaikan misi internasionalnya dan kembali ke Indonesia pada 30 Mei 2026 mendatang.

Setelah kepulangannya dari Lebanon, almarhum sedianya dipersiapkan untuk menempuh sekolah lanjutan guna menduduki jabatan baru di satuannya.

Saat ini, pihak keluarga tengah bersiap menyambut kedatangan jenazah yang diperkirakan tiba di Tanah Air dalam satu atau dua hari ke depan. Jenazah rencananya akan diterbangkan dari Beirut ke Jakarta sebelum dibawa ke rumah duka di Cimahi.

"Di situ nanti kita akan shalatkan, kita bawa ke makam pahlawan," ujar Iskandarudin menutup pembicaraan.

Iskandarudin menegaskan bahwa keluarga telah ikhlas melepas kepergian putra mereka yang gugur saat menjalankan tugas negara. Ia meyakini anaknya meninggal dalam keadaan syahid di medan tugas.

Sebelumnya, tiga personel TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dikabarkan gugur saat bertugas di Lebanon pada Maret 2026 ini.

Berdasarkan data TNI, mereka yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (inf) Zulmi Aditya Iskandar.

Fahrizal meninggal akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Minggu (29/3). Sedangkan Nur Ichwan dan Zulmi meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin (30/3). (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Apa Motif Pembunuhan-Mutilasi Pegawai Ayam Geprek di Bekasi?


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anthony Ginting Potensi Jadi Tunggal Ketiga Indonesia di Piala Thomas
• 53 menit lalukumparan.com
thumb
Totalitas! Aghniny Haque Rela Potong Rambut Demi Film Zona Merah, Dalami Karakter dari Nol Lagi
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Prabowo Bawa Pulang Investasi Rp173 Triliun dari Korea Selatan
• 7 jam laludisway.id
thumb
ASN Pemprov Jateng Tidak Boleh Kerja di Luar Rumah saat WFH, Sekda Siapkan Mekanisme Presensi
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Ayam hingga Emas Naik, Bali Inflasi 2,81%
• 10 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.