Grid.ID- Paskah adalah salah satu hari raya paling suci dan penting dalam tradisi Kristen di seluruh dunia. Perayaan ini memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, tiga hari setelah penyaliban-Nya di kayu salib.
Bagi umat Katolik dan Kristen, Paskah menjadi inti iman karena melambangkan kemenangan atas dosa dan kematian. Peristiwa yang diyakini terjadi sekitar 2.000 tahun lalu di Yerusalem ini juga membawa pesan tentang harapan, pembaruan, dan kehidupan kekal.
Tak hanya bermakna secara spiritual, Paskah juga memiliki sejarah panjang yang berakar dari tradisi Yahudi kuno. Karena itu, memahami Paskah tidak hanya soal perayaan, tetapi juga tentang makna mendalam di balik kebangkitan dan keselamatan.
Apa Itu Paskah?
Paskah adalah perayaan terpenting dalam kalender umat Kristen yang dirayakan untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Dalam ajaran Kristen, peristiwa ini menjadi dasar iman karena menandai kemenangan atas dosa serta janji kehidupan kekal bagi umat manusia.
Paskah atau Easter dirayakan setiap tahun pada Minggu pertama setelah bulan purnama pasca-equinox musim semi. Karena memakai perhitungan astronomis, tanggal Paskah selalu berubah-ubah setiap tahun dan bisa jatuh antara 22 Maret hingga 25 April.
Sejarah Paskah
Sebelum menjadi bagian integral dari tradisi Kristen, konsep Paskah sudah lebih dulu hadir dalam tradisi Yahudi kuno. Dalam bahasa Ibrani, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Paskah disebut Pesach, yang berarti “melewati”.
Perayaan ini merujuk pada pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir sebagaimana tercatat dalam Kitab Keluaran. Momen itu dikenang saat Tuhan “melewati” rumah-rumah orang Israel dalam tulah terakhir yang menimpa Mesir, sehingga anak-anak sulung mereka diselamatkan.
Dalam perkembangan sejarahnya, Paskah Kristen awalnya memang sangat berkaitan dengan kalender Yahudi. Perayaan ini diperkirakan mulai dirayakan oleh komunitas Kristen sejak abad ke-2 Masehi.
Asal Usul Nama Paskah dan Easter
Baca Juga: Asal Usul Kelinci jadi Simbol Perayaan Paskah, Benarkah Berawal dari Cerita Rakyat Bangsa Eropa?
Dalam banyak bahasa, istilah Paskah memiliki akar yang berbeda. Dalam bahasa Inggris, kata Easter diduga berasal dari nama dewi Anglo-Saxon kuno, Eostre, yang dikaitkan dengan musim semi dan kelahiran kembali.
Sementara itu, dalam bahasa Prancis Pâques, Italia Pasqua, dan Spanyol Pascua, istilah untuk Paskah berakar dari kata Latin dan Yunani Pascha. Kata ini berasal dari tradisi Passover atau Paskah Yahudi yang memperingati keluarnya bangsa Israel dari Mesir.
Makna Paskah bagi Umat Kristen
Bagi umat Katolik dan Kristen, Paskah bukan hanya mengenang kebangkitan Yesus. Paskah juga melambangkan kemenangan atas dosa, kematian, serta penggenapan janji keselamatan bagi umat manusia.
Kematian dan kebangkitan Yesus dipahami sebagai bukti kasih Tuhan yang tak terbatas. Dari peristiwa itulah lahir keyakinan tentang pengampunan dosa, penebusan, dan harapan akan kehidupan kekal.
Lebih luas lagi, Paskah membawa pesan universal tentang harapan dan pembaruan. Paskah mengingatkan bahwa setelah kegelapan selalu ada terang, setelah kejatuhan selalu ada kesempatan untuk bangkit, dan setelah penderitaan selalu ada harapan baru.
Pekan Suci Menjelang Paskah
Sebelum Paskah, umat Kristen menjalani rangkaian Pekan Suci atau Holy Week yang berisi momen-momen penting dalam kisah sengsara hingga kebangkitan Yesus. Mengutip Tribunnews.com, Rabu (1/4/2026), beberapa tahapan dalam Pekan Suci meliputi:
Kamis Putih (Maundy Thursday): memperingati Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya.Jumat Agung (Good Friday): mengenang wafatnya Yesus di kayu salib.Sabtu Suci (Holy Saturday): masa sunyi antara kematian dan kebangkitan.Minggu Paskah (Easter Sunday): perayaan kebangkitan Yesus dari kematian.
Di Indonesia, rangkaian Paskah dijalani dengan penuh hikmat, mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Minggu Paskah yang penuh sukacita.
Mengapa Tanggal Paskah Selalu Berubah?
Tradisi perayaan Paskah dalam Kekatolikan berkembang seiring waktu. Pada awalnya, Paskah bertepatan dengan Pesach Yahudi, tetapi kemudian ditetapkan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pasca ekuinoks musim semi.
Karena memakai rumus tersebut, tanggal Paskah tidak tetap setiap tahun. Inilah yang membuat perayaan Paskah bisa jatuh dalam rentang akhir Maret hingga akhir April.
Simbol-Simbol Paskah yang Populer
Paskah juga identik dengan berbagai simbol yang sarat makna. Beberapa simbol berasal dari budaya pra-Kristen, lalu diadopsi dalam perayaan Paskah.
1. Telur Paskah
Telur Paskah melambangkan kelahiran baru dan kehidupan. Makna ini selaras dengan semangat Paskah sebagai lambang kebangkitan dan awal yang baru. Di Eropa Timur, tradisi mengecat telur—sering kali berwarna merah sebagai simbol darah Kristus—telah dikenal sejak abad ke-13.
2. Kelinci Paskah
Kelinci Paskah atau Easter Bunny berasal dari mitos Jerman kuno. Kelinci dikenal sebagai simbol kesuburan dan kehidupan baru, sehingga kemudian lekat dengan nuansa Paskah.
Tradisi Perayaan Paskah di Berbagai Negara
Paskah dirayakan dengan cara yang berbeda-beda di berbagai belahan dunia. Meski berakar dari tradisi Kristen, Paskah kini juga menjadi bagian dari budaya populer di banyak negara.
Beberapa tradisi Paskah yang dikenal luas, salah satunya adalah Easter egg hunt, yaitu mencari telur Paskah yang disembunyikan. Lalu ada Easter parade, arak-arakan Paskah dengan busana khas musim semi. Terakhir, kebaktian matahari terbit, misa atau ibadah Paskah yang dilakukan saat fajar.
Di Eropa, misa malam Paskah menjadi momen sakral yang dinanti. Di Amerika Latin, prosesi jalan salib dilakukan secara dramatis. Sementara di Amerika Serikat, Gedung Putih rutin menggelar acara Easter Egg Roll untuk anak-anak sejak abad ke-19.
Meski berasal dari tradisi Kristen, Paskah juga dipandang sebagai momen refleksi, kebersamaan keluarga, dan perayaan kehidupan oleh banyak orang. Nilai-nilai yang dibawa Paskah, seperti pengampunan, harapan, dan kemanusiaan, membuat maknanya terasa universal.
Karena itu, Paskah tidak hanya menjadi hari raya keagamaan, tetapi juga pengingat bahwa selalu ada kesempatan untuk memulai kembali. Pada akhirnya, Paskah adalah simbol bahwa setelah setiap akhir, selalu ada awal baru yang menanti. (*)
Artikel Asli



