Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya aktivitas gempa susulan setelah gempa berkekuatan 7,6 magnitudo yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
“Hingga pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 11 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo terbesar yaitu 5,5,” ucap Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam konferensi pers daring, Kamis (2/4).
BMKG juga mencatat hasil observasi muka air laut yang terdeteksi di sejumlah lokasi. Hal ini menjadi bagian dari pemantauan lanjutan pascagempa utama.
“Hasil observasi muka air laut tsunami terdeteksi di tiga lokasi yang baru masuk, yaitu Halmahera Barat pukul 06.08 dengan ketinggian 0,3 meter. Kemudian Bitung pada pukul 06.15 dengan ketinggian 0,2 meter, dan Minahasa Utara pukul 06.16 Waktu Indonesia Barat dengan ketinggian 0,75 meter,” ucap Faisal.
BMKG menegaskan kondisi masih terus dipantau, termasuk potensi gelombang tsunami yang belum sepenuhnya berakhir.
“Kemudian saat ini tsunami diperkirakan masih berlangsung dan BMKG terus memonitor. Kami akan memberikan konferensi pers lanjutan dengan informasi yang lebih detail setelah peringatan dini tsunami diakhiri,” tandasnya.




