Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyatakan tujuan strategis utama Washington dalam operasi militernya terhadap Iran hampir sepenuhnya tercapai setelah militer Iran diklaim mengalami kerusakan besar pada berbagai sektor utama pertahanannya.
"Saya senang untuk menyampaikan bahwa tujuan strategis inti operasi ini sudah hampir selesai,” ujar Trump, dalam pidatonya di Gedung Putih, Kamis, 2 April 2026.
Trump mengatakan, Washington telah secara sistematis melumpuhkan kemampuan Iran untuk mengancam AS maupun memproyeksikan kekuatan militernya di luar wilayahnya.
Ia menyebut operasi militer AS telah menghancurkan angkatan laut Iran, memukul angkatan udara dan program rudal Iran dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta menghancurkan basis industri pertahanan negara tersebut.
Baca Juga :
Trump Klaim Presiden Iran Minta Gencatan Senjata, Teheran Membantah KerasMenurut Trump, tindakan tersebut secara kolektif akan melumpuhkan militer Iran, menghentikan kemampuan Teheran dalam mendukung kelompok proksi bersenjata di kawasan, serta menutup jalur Iran untuk mengembangkan senjata nuklir.
Ia menegaskan operasi militer tersebut bertujuan untuk mencegah Iran menjadi ancaman nuklir bagi AS dan sekutunya.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengenang 13 prajurit AS yang tewas dalam operasi tersebut. Ia mengatakan telah dua kali mengunjungi Pangkalan Angkatan Udara Dover untuk menyambut kepulangan jenazah para prajurit tersebut.
Trump mengatakan keluarga para prajurit yang gugur meminta pemerintah AS untuk menuntaskan misi yang telah diperjuangkan oleh para tentara tersebut.
“Kita akan menyelesaikan tugas ini, dan kita akan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Kita sudah sangat dekat,” tegas Trump.
Ketegangan antara Iran dan aliansi AS-Israel ini meletus sejak Sabtu, 28 Februari.
Perang dipicu oleh serangan udara masif AS-Israel ke Teheran yang melumpuhkan struktur kekuasaan Iran dan menewaskan sejumlah tokoh kunci, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Menanggapi operasi tersebut, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan sejumlah negara Teluk, yang kini menyeret kawasan tersebut ke dalam krisis keamanan global.
Tidak hanya itu, Teheran juga memblokade Selat Hormuz, jalur distribusi penting bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.



