Jakarta, tvOnenews.com — Pengorbanan tiga prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia (TNI) di medan misi perdamaian Lebanon dibalas dengan penghormatan tertinggi dari negara hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah memastikan para pahlawan yang gugur tidak hanya dikenang, tetapi juga dijamin kesejahteraan keluarganya melalui santunan bernilai miliaran rupiah.
Ketiga prajurit yang gugur dalam tugas mulia tersebut adalah Zulmi Aditya Iskandar, Muhammad Nur Ichwan, dan Farizal Rhomadon. Mereka gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan PBB.
Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan, ketiganya dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Operasi Militer Selain Perang (KPLB OMSPA), serta penghargaan internasional berupa Medali Dag Hammarskjold—penghargaan anumerta tertinggi PBB bagi personel yang gugur dalam misi perdamaian.
Tak hanya penghormatan simbolik, negara juga memberikan jaminan finansial yang signifikan kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Almarhum Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar mendapat santunan sebesar Rp1.894.688.236; Sertu Muhammad Nur Ikhwan sebesar Rp1.846.309.049; dan Praka Farizal Rhomadhon sebesar Rp1.854.075.205,” demikian bunyi keterangan tertulis dari Panglima TNI, dikutip Kamis (2/4/2026).
Santunan tersebut merupakan gabungan dari berbagai komponen, mulai dari tabungan asuransi, santunan risiko kematian khusus, bantuan dari PBB, beasiswa anak, hingga dukungan dari institusi perbankan dan internal TNI.
Selain itu, negara juga menjamin keberlanjutan kehidupan keluarga para prajurit melalui gaji terusan selama 12 bulan yang mencakup gaji pokok, uang lauk pauk, dan tunjangan jabatan. Setelah itu, hak pensiun janda akan diberikan secara penuh.
Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan duka mendalam sekaligus penghormatan atas dedikasi para prajurit yang gugur dalam menjalankan misi internasional.
“Innalillahi waina ilaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan, pengabdian para prajurit tersebut bukan sekadar tugas negara, melainkan simbol keberanian Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Pengorbanan mereka disebut sebagai bentuk nyata kontribusi Indonesia di panggung global.
Pemerintah menegaskan akan terus memberikan penghormatan setinggi-tingginya bagi para prajurit yang gugur, sekaligus memastikan keluarga mereka mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang layak. (agr)




