Bursa Asia Jatuh usai Pidato Trump soal Iran, Investor Waspadai Ketidakpastian Perang

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Trump belum memberikan kejelasan kapan konflik akan berakhir. Pernyataan tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar dan mendorong investor bersikap hati-hati.

Bursa Asia Jatuh usai Pidato Trump soal Iran, Investor Waspadai Ketidakpastian Perang. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa Asia bergerak melemah pada Kamis (2/4/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa tujuan strategis utama Washington dalam perang Iran hampir tercapai.

Namun, Trump belum memberikan kejelasan kapan konflik akan berakhir. Pernyataan tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar dan mendorong investor bersikap hati-hati.

Baca Juga:
Saham Fluktuatif, Kalbe Farma (KLBF) Kembali Buyback Rp500 Miliar

Sentimen sempat membaik dalam dua hari terakhir karena harapan berakhirnya perang AS-Israel dengan Iran yang telah berlangsung sebulan, setelah lonjakan harga minyak pada Maret mengguncang aset berisiko global.

Namun, pidato Trump pada jam tayang utama yang menegaskan AS akan menyerang Iran “sangat keras” dalam dua hingga tiga minggu ke depan membuat pasar kembali bergejolak.

Baca Juga:
IHSG Dibuka Melemah ke 7.153, DATA-ATAP Pimpin Top Losers

Bursa saham Asia pun berbalik melemah dalam perdagangan yang volatil.

Indeks Nikkei Jepang turun 1,91 persen, Topix melemah 0,97 persen, Shanghai Composite terkoreksi 0,30 persen, Hang Seng Hong Kong turun 1,07 persen, KOSPI Korea Selatan merosot 4,06 persen, ASX 200 Australia turun 0,88 persen, dan STI Singapura melemah 0,57 persen.

Baca Juga:
Harga Emas Galeri24, UBS, dan Antam di Pegadaian Kompak Naik Hari Ini

Pelaku pasar kini menyoroti nasib Selat Hormuz sebagai jalur utama pengiriman energi global.

Jalur yang menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia itu menjadi titik krusial karena Iran menjadikannya sebagai alat tekanan di tengah konflik, sementara serangan terhadap negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS terus berlanjut.

Mengutip Reuters, lonjakan harga energi sepanjang Maret sebelumnya telah memicu kekhawatiran inflasi global sekaligus memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini membuat investor cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke aset lindung nilai.

Dolar AS kembali menguat terhadap mayoritas mata uang setelah pidato Trump, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran berkepanjangan terhadap stabilitas pasokan energi global. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sabu Diselundupkan Lewat Makanan di Rutan Sumenep, Pelaku Langsung Diamankan
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Janji Jaga Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen, Purbaya Beberkan Strateginya
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Rismon Sianipar Sepakat Damai dengan Jokowi, Kini Disebut Sahabat
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Israel Tewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon
• 9 jam laludetik.com
thumb
Gejolak Timur Tengah Berisiko Hapus 60.000 Kunjungan Wisman
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.