Gempa Besar M,76 Bitung, BMKG: Waspada Potensi Tsunami hingga 3 Meter!

rctiplus.com
9 jam lalu
Cover Berita
Gempa Besar M,76 Bitung, BMKG: Waspada Potensi Tsunami hingga 3 Meter!Nasional | okezone | Kamis, 2 April 2026 - 09:29

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi tsunami hingga 3 meter akibat gempa kekuatan M7,6 yang berpusat di Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini berpotensi tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung dengan status Siaga dengan ketinggian tsunami diperkirakan 0,5 hingga 3 meter,” ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani saat Konferensi Pers, Kamis (2/4/2026).

Dijelaskannya, deteksi gempa otomatis telah dirilis oleh BMKG yaitu pada 1 menit 20 detik setelah gempa terjadi.

“Kemudian peringatan dini pertama kami keluarkan pada 2 menit 50 detik setelah gempa terjadi. Jadi kurang dari 3 menit BMKG telah memberikan peringatan dini pertama. Disusul dengan update peringatan dini kedua, 8 menit setelah gempa terjadi,” ujarnya.

Faisal mengungkapkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi, yaitu akibat aktivitas subduksi Laut Maluku.

Baca Juga:Kenang Sosok Try Sutrisno, Pengamat Militer: Jenderal Berhati Welas Asih

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,”tandasnya.

 

Sementara itu, Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan bahwa gempa kekuatan M7,6 di Bitung kali ini termasuk jenis gempa megathrust. Apalagi, gempa ini telah memicu tsunami di beberapa wilayah di Sulut.

“Ini kalau lihat kedalamannya cukup dangkal ya, sekitar 33 kilometer. Kalau kategori megathrust itu kan dari sampai kedalaman sekitar 30-an Km. Jadi ini memang dangkal dan (pusat) di laut, dan ini termasuk megathrust ya. Ini dari subduksi Laut Maluku terhadap di wilayah Sulawesi Utara. Jadi subduksi Laut Maluku yang menghujam ke wilayah Sulawesi Utara dan episenter ada di Punggungan Mayu. Dan kemudian cukup dangkal, dan ini kategori sesar naik,” ungkap.

Rahmat menambahkan bahwa mekanisme sumber gempa berupa sesar naik (thrust fault), yang dikenal memiliki potensi lebih besar dalam memicu tsunami dibandingkan dengan sesar mendatar.

 Baca Juga:Jenazah Try Sutrisno Tiba di Rumah Duka di Menteng

“Makanya, ini tadi kami segera mengeluarkan warning karena sesar naik itu potensi menimbulkan tsunaminya sangat tinggi dibandingkan dengan yang mekanisme mendatar ya. Jadi, dan kami sudah segera merilis peringatan dini tsunami di beberapa wilayah terdampak,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut Tide Gauge tsunami telah terdeteksi di Halmahera Barat pada pukul 06:08 WIB dengan ketinggian 0.30 m.

Selanjutnya, Bitung pada pukul 06:15 WIB dengan ketinggian 0.20 m, Sidangoli pada pukul 06:16 WIB dengan ketinggian 0.35 m, Minahasa Utara pada pukul 06:18 WIB dengan ketinggian 0.75 m, Belang pada pukul 06:36 WIB dengan ketinggian 0.68 m.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Periksa Dude Herlino dan Alyssa Soebandono, 82 Total Saksi Sudah Diperiksa Soal Kasus PT DSI
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Gara-gara Istrinya, Suami Clara Shinta Ogah Dituduh Selingkuh usai Ketahuan Skandal Video Nakal: Cuma Iseng
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Efisiensi Anggaran, Begini Suasana Gedung DPR yang Mulai Gelap Karena Listrik Dipadamkan
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Ancaman Ranjau Laut di Selat Hormuz, Sejauh Mana Kesiapan Angkatan Laut AS?
• 37 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Risiko Maju Kena Mundur Kena Kenaikan Harga Avtur
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.