Evaluasi Pascalebaran, Mendag: Sektor Perdagangan Catat Tren Positif

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Dia juga menilai, pergerakan harga harian di periode Ramadan dan Lebaran tahun ini menunjukkan dinamika normal tanpa gejolak harga signifikan.

Evaluasi Pascalebaran, Mendag: Sektor Perdagangan Catat Tren Positif. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan, harga sejumlah barang kebutuhan pokok (bapok) di periode Ramadan dan Idulfitri 2026 terpantau turun dibandingkan periode tahun lalu. Hal ini terlihat dari harga yang lebih rendah pada Maret 2026 bila dibandingkan dengan Maret 2025. 

Dia juga menilai, pergerakan harga harian di periode Ramadan dan Lebaran tahun ini menunjukkan dinamika normal tanpa gejolak harga signifikan.

Baca Juga:
Mendagri: Tidak Ada Lagi Korban Banjir Sumbar yang Ngungsi di Tenda per 24 Maret 2026

“Dibandingkan periode Ramadan-Idulfitri tahun lalu, harga bapok periode tahun ini cenderung turun, antara lain, untuk beras, gula pasir, MinyaKita, bawang merah, cabai, dan bawang putih. Pola pergerakan harga harian juga menunjukkan dinamika normal dan wajar, yaitu kenaikan bertahap menjelang Idulfitri dan normalisasi setelahnya tanpa gejolak harga signifikan. Hal ini mengindikasikan, pasokan dan distribusi bapok berjalan dengan baik,” kata Mendag dalam Konferensi Pers Update Program Prioritas/PHTC & Evaluasi Arus Mudik, Arus Balik, serta Dampak Idulfitri 2026 terhadap Sektor Perdagangan dan Pariwisata di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (1/4/2026).

Bila dibandingkan secara tahunan (year on year), harga nasional beras medium pada Maret 2026 terpantau berada di harga Rp13.681 per kg atau turun 0,19 persen dibanding Maret 2025 yang sebesar Rp13.707 per kg. Kemudian, beras premium pada Maret 2026 menjadi Rp15.340 per kg atau turun 0,23 persen dari 15.376 per kg. 

Baca Juga:
Mendagri Ingatkan Pemda Efisiensi, Kurangi Perjalanan Dinas Tak Mendesak 

Selain itu, gula pasir curah terpantau di Rp17.956 per kg (turun 0,98 persen), MinyaKita di Rp15.890 per liter (turun 7,89 persen), bawang merah Rp40.450 per kg (turun 5,16 persen), cabai merah keriting Rp40.943 per kg (turun 16,27 persen), cabai rawit merah Rp77.589 per kg (turun 7,46 persen), dan bawang putih honan Rp36.416 per kg (turun 15,04 persen).

Mendag juga menyampaikan optimisme keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi, yang tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2026 sebesar 125,2 atau berada di level optimis. 

Baca Juga:
Harga Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Mendag Ungkap Penyebabnya

“Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Februari 2026 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini yang tercatat sebesar 115,9, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 115,1. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada pada level optimis sebesar 134,4,” kata Mendag.

Sementara itu, untuk meningkatkan daya beli masyarakat pada Ramadan dan Idulfitri 2026, Kemendag sebelumnya bersinergi menyelenggarakan beberapa program pemberian diskon maupun promo belanja, antara lain, melalui program Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026. Sinergi dilakukan dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), serta kementerian dan lembaga lainnya.

Mendag mencatat, capaian transaksi Friday Mubarak per 29 Maret 2026 sebesar Rp126,02 triliun. Estimasi sampai 31 Maret 2026, nilai transaksi bisa mencapai Rp129,11 triliun atau 8,5 persen di atas target. Sementara itu, BINA Lebaran 2026 pada 6—30 Maret 2026 berhasil mencatatkan total transaksi mencapai Rp54,9 triliun atau 2,8 persen di atas target.

Selanjutnya, perniagaan elektronik (e-commerce) juga terpantau terdongkrak sepanjang Ramadan-Idulfitri. Beberapa kategori produk paling laris selama Ramadan, antara lain, busana muslim, makanan dan minuman, bingkisan lebaran (hampers), produk kecantikan, hingga peralatan rumah tangga. Laporan E-Commerce Database (ECDB) menunjukkan, total penjualan di niaga elektronik Indonesia pada Februari 2026 diperkirakan mencapai USD5,76 miliar atau setara Rp96,7 triliun.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WFH Setiap Jumat, Ini Strategi Pemkot Surabaya Cegah ASN Keluar Kota Saat Long Weekend
• 23 jam lalurealita.co
thumb
PLN Catat Pengguna SKPLU Naik 4 Kali Lipat Lebih pada Arus Mudik Lebaran 2026
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
5 Tips Merayakan Paskah di Gereja bersama Lansia, Pastikan Kenyamanan Saat Beribadah
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Tersangka baru kasus korupsi kuota haji
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Uji Coba MLFF Akan Diulang, Kementerian PU Libatkan Sejumlah Lembaga
• 22 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.