10 Jam Anjlok di Bandung Barat, KA Ciremai Akhirnya Dievakuasi

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS- Kereta Api Ciremai yang anjlok selama 10 jam di petak jalan rel Maswati–Sasaksaat, Desa Mandalasari, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, berhasil dievakuasi, Kamis (2/4/2026) dini hari. Pemicu kereta anjlok ini akibat jalur rel tertimbun material longsor setelah hujan deras.

Perjalanan Kereta api Ciremai relasi Semarang Tawang–Bandung itu anjlok akibat longsoran material di petak jalan rel Maswati–Sasaksaat, KM 142+8/9, Cihanjuang, Desa Mandalasari, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (1/4/2026). Peristiwa ini terjadi pukul 14.53 WIB.

Masinis kereta adalah Septianda Ilham dan asisten masinis FX Ade Navy. KA Ciremai membawa sedikitnya 500 penumpang.

Tak ada korban jiwa dan luka dalam peristiwa ini. Seluruh penumpang KA Ciremai dievakuasi dengan bus menuju Bandung.

Baca JugaKA Ciremai Anjlok di Bandung Barat akibat Longsor, 500 Penumpang Dievakuasi

Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan, evakuasi dan penanganan rangkaian KA Ciremai yang sebelumnya tertimpa longsoran di petak jalan terdampak telah selesai.

Ia memaparkan, jalur di petak Maswati–Sasaksaat resmi dapat dilintasi kembali pada Kamis pukul 03.20 WIB. Hal ini menjadi awal yang penting dalam upaya pemulihan operasional secara normal pascakejadian.

“Proses evakuasi sarana KA Ciremai dan pembersihan jalur dari material longsoran telah berhasil dituntaskan. Pada Kamis dini hari, jalur itu sudah dapat dilalui kereta api,” paparnya.

Kuswardojo menuturkan, rangkaian KA pertama yang melintas di lokasi tersebut, yakni rangkaian eks KA Parahyangan (142) dengan penerapan kecepatan terbatas. Prosedur ini sangat penting sebagai langkah antisipatif untuk memastikan kondisi jalur benar-benar aman dilalui.

Ia menambahkan, meskipun jalur itu telah dapat dilalui, proses normalisasi masih terus dilakukan. Tujuannya, mempercepat pemulihan penuh agar kereta dapat kembali berjalan dengan kecepatan normal.

“Kami masih melakukan tahap normalisasi jalur secara bertahap. Fokus kami adalah memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi, sehingga dalam waktu dekat jalur ini dapat kembali dilalui dengan kecepatan normal,” tambahnya.

Selama sepekan

Koordinator Unit Pelaksana Teknis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Jabar Teguh Rahayu memaparkan, selama sepekan terakhir, masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sebagian wilayah Bandung Raya.

Bandung Raya meliputi Kota dan Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kota Cimahi hingga Sumedang.

Ia menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi beberapa faktor yang masih mendukung pertumbuhan awan konvektif, antara lain suhu muka laut yang hangat di sebagian besar perairan Indonesia yang memicu tingginya suplai uap air.

Selain itu, lanjut Teguh, tingkat labilitas atmosfer kategori ringan hingga kuat secara kolektif menjadi pemicu utama meningkatnya potensi pertumbuhan awan konvektif skala lokal yang masif di sebagian besar wilayah Jabar.

"Sebagian wilayah Jabar bagian utara memasuki masa peralihan dan sebagian besar masih dalam periode musim hujan. Pada masa peralihan terdapat potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dalam skala lokal, " kata Teguh.

Baca JugaCuaca Ekstrem Kembali Melanda Sejumlah Wilayah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
CBP Sebut Pengembalian Tarif Trump Bisa Memakan Waktu Hingga 45 Hari
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Kemenkes Rutin Lakukan Surveilans Antisipasi Covid Cicada Masuk Indonesia
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
800 Unit Rusun Buat Warga Bantaran Rel Senen dan Tanah Abang Segera Dibangun
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Nasib Dean James & Nathan Tjoe-A-On Terancam! Tersandung Status WNI, Klub Belanda Larang Main dan Latihan
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Duga Eks Kajari HSU Samarkan Pembelian Tanah hingga Kendaraan
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.