Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencabut peringatan tsunami pascagempa magnitudo (M) 7,6 yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara. BMKG mencatat total ada sembilan wilayah yang terdampak tsunami.
"Peringatan dini ke-4 berisi pengakhiran peringatan dini pada pukul 09.56 WIB," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat konferensi pers seperti disiarkan di YouTube BMKG, Kamis (2/4/2026).
Faisal mengatakan, setelah peringatan tsunami dicabut, tim SAR hingga tim asesmen bangunan dikerahkan. Mereka ditugaskan menelusuri lokasi terdampak tsunami.
"Perlu disampaikan untuk peringatan dini ke-4, untuk pengakhiran peringatan dini tsunami ini juga sagat penting, setelah pengakhiran maka penyelamat tim SAR dari BPBD yang beri pertolongan atau tim asesmen bangunan dan lain sebagainya bisa masuk ke lokasi terdampak tsunami," ucap Faisal.
Sementara itu, ada 9 wilayah yang terdampak tsunami sebelum peringatan dicabut, berikut datanya:
1. Halmahera Barat 0,3 meter
2. Gita 0,24 meter
3. Bitung 0,2 meter
4. Kedi 0,15 meter
5. Tagulandang 0,19 meter
6. Sidangoli 0,35 meter
7. Minahasa Utara 0,75 meter
8. Belang 0,68 meter
9. Bumbulan 0,13 meter
"Inilah tercatat di pencatatan kita," imbuh Faisal.
Selain itu, Faisal menyebut pihaknya juga mencatat total 48 gempa susulan. Dua gempa di antaranya dirasakan masyarakat.
"Hingga pukul 09.50 WIB, hasil monitoring BMKG tunjukkan adanya 48 aktivitas rangkaian gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo antara 3-5,5. Gempa dirasakan berjumlah 2 gempa," ujar dia.
Saksikan Live DetikPagi:
(maa/imk)





