Jakarta (ANTARA) - Perusahaan distributor alat kesehatan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) membukukan laba bersih senilai Rp65,53 miliar pada 2025, atau tumbuh 23,03 persen year on year (yoy) dibandingkan senilai Rp53,26 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Laba bersih perseroan ditopang oleh pendapatan yang senilai Rp1,1 triliun pada 2025, atau tumbuh 12,55 persen (yoy) dibandingkan senilai Rp977,49 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama IRRA Heru Firdausi Syarif dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi ekspansi di berbagai lini usaha yang disertai dengan pengendalian biaya operasional secara efisien.
“Pertumbuhan di tahun 2025 menjadi indikator bahwa fundamental perusahaan tetap terjaga di tengah dinamika industri kesehatan,” ujar Heru.
Ia melanjutkan kenaikan laba bersih yang melampaui pertumbuhan pendapatan mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mempertajam portofolio produk strategis, serta menjaga efisiensi operasional.
“Kami berfokus pada penyediaan solusi kesehatan yang relevan dengan tren medis saat ini, sehingga mampu memberikan kontribusi margin bagi perusahaan tanpa mengabaikan aspek keterjangkauan bagi layanan kesehatan nasional,” ujar Heru.
Hingga akhir 2025, Heru mengatakan perseroan telah menuntaskan berbagai investasi strategis yang difokuskan pada penguatan infrastruktur distribusi, sistem logistik, manajemen inventori, serta peningkatan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Langkah tersebut mendorong total aset perseroan tumbuh 46,65 persen (yoy) menjadi Rp2,43 triliun per akhir 2025, yang mencerminkan peningkatan kapasitas operasional secara signifikan.
“Ekspansi tersebut juga memperluas jangkauan layanan perseroan, yang mana jumlah jaringan distribusi tumbuh 18,5 persen (yoy) menjadi 2.504 titik di seluruh Indonesia,” ujar Heru.
Secara sektoral, Ia menjelaskan, kinerja perseroan ditopang oleh kontribusi dari beberapa lini usaha utama, meliputi segmen In Vitro Diagnostics senilai Rp693,48 miliar dan Alat Kesehatan Elektronik Medik Steril senilai Rp347,94 miliar.
Kemudian, lini Alat Kesehatan Non Elektronik Medik Steril menyumbang Rp52,88 miliar, sementara Produk Kesehatan Lainnya tercatat sebesar Rp5,91 miliar.
Heru mengatakan capaian pada setiap segmen ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan pasar dan keberhasilan perseroan dalam memperluas portofolio bisnis baru yang memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan keseluruhan.
Ia melanjutkan, penguatan investasi pada 2025 merupakan langkah terencana untuk meningkatkan kapasitas logistik, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan market share secara signifikan.
“Kami menilai bahwa penguatan kapabilitas strategis ini menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan alat kesehatan di pasar secara lebih luas dan cepat. Ke depan, kami akan fokus meningkatkan penetrasi pasar di wilayah potensial dan memastikan setiap tahapan ekspansi mampu memberikan kontribusi yang stabil bagi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang," ujar Heru.
Baca juga: IRRA cetak penjualan bersih Rp240,44 miliar pada kuartal I-2025
Baca juga: Laba bersih IRRA tumbuh 924,6 persen pada 2024
Baca juga: Itama Ranoraya cetak penjualan bersih Rp147,8 miliar di kuartal I-2024
Laba bersih perseroan ditopang oleh pendapatan yang senilai Rp1,1 triliun pada 2025, atau tumbuh 12,55 persen (yoy) dibandingkan senilai Rp977,49 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama IRRA Heru Firdausi Syarif dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi ekspansi di berbagai lini usaha yang disertai dengan pengendalian biaya operasional secara efisien.
“Pertumbuhan di tahun 2025 menjadi indikator bahwa fundamental perusahaan tetap terjaga di tengah dinamika industri kesehatan,” ujar Heru.
Ia melanjutkan kenaikan laba bersih yang melampaui pertumbuhan pendapatan mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mempertajam portofolio produk strategis, serta menjaga efisiensi operasional.
“Kami berfokus pada penyediaan solusi kesehatan yang relevan dengan tren medis saat ini, sehingga mampu memberikan kontribusi margin bagi perusahaan tanpa mengabaikan aspek keterjangkauan bagi layanan kesehatan nasional,” ujar Heru.
Hingga akhir 2025, Heru mengatakan perseroan telah menuntaskan berbagai investasi strategis yang difokuskan pada penguatan infrastruktur distribusi, sistem logistik, manajemen inventori, serta peningkatan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Langkah tersebut mendorong total aset perseroan tumbuh 46,65 persen (yoy) menjadi Rp2,43 triliun per akhir 2025, yang mencerminkan peningkatan kapasitas operasional secara signifikan.
“Ekspansi tersebut juga memperluas jangkauan layanan perseroan, yang mana jumlah jaringan distribusi tumbuh 18,5 persen (yoy) menjadi 2.504 titik di seluruh Indonesia,” ujar Heru.
Secara sektoral, Ia menjelaskan, kinerja perseroan ditopang oleh kontribusi dari beberapa lini usaha utama, meliputi segmen In Vitro Diagnostics senilai Rp693,48 miliar dan Alat Kesehatan Elektronik Medik Steril senilai Rp347,94 miliar.
Kemudian, lini Alat Kesehatan Non Elektronik Medik Steril menyumbang Rp52,88 miliar, sementara Produk Kesehatan Lainnya tercatat sebesar Rp5,91 miliar.
Heru mengatakan capaian pada setiap segmen ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan pasar dan keberhasilan perseroan dalam memperluas portofolio bisnis baru yang memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan keseluruhan.
Ia melanjutkan, penguatan investasi pada 2025 merupakan langkah terencana untuk meningkatkan kapasitas logistik, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan market share secara signifikan.
“Kami menilai bahwa penguatan kapabilitas strategis ini menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan alat kesehatan di pasar secara lebih luas dan cepat. Ke depan, kami akan fokus meningkatkan penetrasi pasar di wilayah potensial dan memastikan setiap tahapan ekspansi mampu memberikan kontribusi yang stabil bagi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang," ujar Heru.
Baca juga: IRRA cetak penjualan bersih Rp240,44 miliar pada kuartal I-2025
Baca juga: Laba bersih IRRA tumbuh 924,6 persen pada 2024
Baca juga: Itama Ranoraya cetak penjualan bersih Rp147,8 miliar di kuartal I-2024





