Bekasi: Kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Kota Bekasi, Rabu 1 April 2026 malam. Insiden tersebut tidak hanya menghanguskan fasilitas SPBE, tetapi juga berdampak pada permukiman warga di sekitarnya.
Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sedikitnya 15 unit mobil damkar untuk menjinakkan api yang berkobar sejak malam hari. Selama proses pemadaman berlangsung, aliran listrik di sekitar lokasi turut diputus guna mencegah api merambat lebih luas.
Baca Juga :
Tersangka Kebakaran Ruko Terra Drone Segera DisidangPelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Heriyanto mengungkapkan, kebakaran diduga dipicu oleh arus pendek listrik. Api kemudian dengan cepat menyebar hingga radius sekitar 2.000 meter dari titik awal kejadian.
“Dugaan sementara terhadap kebakaran adalah adanya arus pendek listrik yang kemudian menyebabkan kebakaran dan meluas ke seluruh area sekitar 2.000 meter,” ujar Heriyanto, Rabu, 1 April 2026.
Upaya pemadaman berlangsung cukup menantang mengingat objek yang terbakar merupakan gas elpiji yang mudah meledak. Petugas harus menggunakan metode khusus, termasuk pemadaman manual dengan foam atau cairan deterjen untuk menekan api.
Area Manager Communications, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, menyebutkan, api berhasil dipadamkan pada malam hari dan saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan.
“Alhamdulillah dibantu banyak unit, sekitar 15 unit yang kita turunkan. Saat ini sekitar pukul 21.00 kita sudah melakukan proses pendinginan. Api sudah bisa dipadamkan, hanya ada satu titik yang masih menjadi pusat api karena katupnya tidak bisa dibuka,” kata Susanto.
Ia juga menjelaskan, kebakaran terjadi saat SPBE tengah beroperasi. Berdasarkan informasi awal, sempat terjadi satu kali ledakan ketika proses pengisian gas di mobil tangki berlangsung.
“Saya mendapatkan informasi hanya satu kali ledakan, pada saat pengisian di mobil tangki,” ujar Susanto, menambahkan.
Dalam proses penanganan, sekitar 72 personel utama dikerahkan, dengan total keseluruhan tim mencapai kurang lebih 100 orang termasuk tim pendukung.
Selain merusak fasilitas SPBE, kebakaran juga berdampak pada rumah warga di sekitar lokasi yang berada di kawasan padat penduduk. Meski belum ada data pasti jumlah rumah terdampak, terlihat beberapa bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan.
Baca Juga :
Kebakaran Hanguskan 8 Ruang Kelas SMPN 2 SamarindaPihak Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat bersama pengelola SPBE menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Mereka juga memastikan akan bertanggung jawab penuh terhadap warga yang menjadi korban maupun kerusakan rumah akibat kebakaran.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini dan akan bertanggung jawab penuh kepada warga yang terdampak,” kata Susanto.
Meski terjadi insiden, Pertamina memastikan pasokan LPG kepada masyarakat tidak akan terganggu. Distribusi tetap berjalan normal melalui jaringan agen dan pangkalan yang ada.
Sebagai informasi, SPBE merupakan fasilitas pengisian gas LPG sebelum didistribusikan ke agen dan pangkalan untuk kemudian dijual kepada masyarakat.
Hingga saat ini, proses pendinginan masih terus dilakukan oleh petugas untuk memastikan tidak ada potensi api kembali menyala, mengingat karakteristik gas LPG yang mudah terbakar dan berisiko tinggi.




