EtIndonesia. Pada Senin (30 Maret), Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa negosiasi dengan Teheran telah menghasilkan kesepakatan yang memungkinkan 20 kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyatakan bahwa rezim Iran saat ini mengalami perpecahan internal yang serius dengan sebagian pihak ingin segera mengakhiri perang.
Iran Izinkan 20 Kapal Tanker, Rezim TerpecahKoresponden NTD di Washington melaporkan bahwa perang Iran telah berlangsung selama 30 hari. Presiden Trump menyebut bahwa perkembangan konflik lebih cepat dari perkiraan, dan hasil negosiasi dengan Teheran membuat Iran setuju membuka jalur bagi 20 kapal tanker.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan: “Dampak alami dari operasi militer AS terhadap Iran adalah kita melihat sisa-sisa kekuatan rezim semakin ingin mengakhiri perang ini dan kembali ke meja perundingan selagi masih ada kesempatan. Meskipun rezim Iran secara terbuka menunjukkan sikap keras dan menyebarkan informasi yang tidak benar, negosiasi tetap berlangsung dan berjalan lancar.”
AS: Perang Bisa Berakhir dalam Beberapa MingguMarco Rubio menjelaskan bahwa Amerika Serikat sedang mencapai tujuannya dan perang Iran kemungkinan akan berakhir dalam beberapa minggu. Ia juga menegaskan bahwa perpecahan internal di Iran sangat serius.
“Memang ada perpecahan di dalam Iran. Pada akhirnya, jika ada pihak di Iran yang bersedia setelah semua ini untuk membawa negaranya ke arah yang berbeda—menuju masyarakat bebas seperti Barat—itu akan menjadi hal yang baik,” ujarnya.
Pada Senin, data pelacakan kapal menunjukkan sebuah kapal tanker Rusia telah tiba di Kuba.
Presiden Trump pada 29 Maret menjelaskan bahwa kapal tersebut diizinkan lewat oleh Amerika Serikat sebagai pengecualian sementara.
Trump mengatakan: “Kami tidak keberatan seseorang mengirim satu kapal (minyak ke Kuba), karena mereka membutuhkannya untuk bertahan hidup.”
Leavitt kemudian menegaskan bahwa kebijakan AS tidak berubah, dan keputusan tersebut diambil atas dasar kemanusiaan secara kasus per kasus.
Ia menyatakan: “Pemerintah AS selalu menyatakan bahwa sistem ekonomi Kuba tidak dapat berjalan kecuali ada perubahan politik dan kepemimpinan yang menyeluruh.”
Rencana Kunjungan Trump ke TiongkokTerkait rencana kunjungan Presiden Trump ke Tiongkok pada 14–15 Mei, Leavitt mengatakan bahwa anggota kabinet akan lebih dulu tiba di Beijing sesuai kebiasaan untuk mempersiapkan pembicaraan.
Keamanan Gedung Putih DitingkatkanPada 29 Maret, saat memperkenalkan aula perjamuan baru di Gedung Putih, Trump menyebutkan bahwa seluruh kaca menggunakan standar antipeluru tertinggi, dan atapnya mampu menahan serangan drone.
Trump mengatakan: “Militer sedang membangun fasilitas kompleks besar di bawah aula tersebut, dan proyeknya berjalan dengan sangat baik.”
Saat ditanya mengenai detail fasilitas militer ini, Leavitt menyatakan bahwa militer sedang melakukan peningkatan terhadap fasilitas Gedung Putih, namun tidak dapat mengungkapkan rincian lebih lanjut.
Laporan oleh Zhang Liang dan Ren Hao, NTD Television dari Amerika Serikat.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544741/original/046177600_1775116006-WhatsApp_Image_2026-04-02_at_13.31.48__1_.jpeg)


