Jakarta, VIVA – Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang merasa lega setelah menceritakan kesalahan atau dosa yang pernah dilakukan kepada orang lain. Namun, menurut Buya Yahya, hal tersebut justru tidak dianjurkan dalam ajaran Islam, terutama jika berkaitan dengan dosa besar seperti zina.
Melalui penjelasannya, Buya Yahya menegaskan bahwa salah satu langkah awal dalam bertaubat adalah menutup rapat-rapat aib dari sesama manusia. Ia mengingatkan bahwa manusia tidak memiliki kuasa untuk mengampuni dosa orang lain, bahkan cenderung memberikan penilaian negatif.
“Akan tetapi urusan perzinahan secara tobatnya yang pertama adalah sembunyikan dari manusia. Jangan sampaikan kepada siapapun dari bangsa manusia. Manusia tidak bisa mengampuni. Manusia hanya bisa mencaci dan menghinakan kita,” kata Buya Yahya yang dikutip dari tayangan YouTube pada Kamis, 2 April 2026.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa membuka aib sendiri justru dapat memperburuk keadaan, baik secara sosial maupun mental. Buya Yahya juga menegaskan bahwa dosa yang pernah dilakukan sebaiknya cukup diketahui oleh diri sendiri dan Allah SWT.
“Kalau Anda pernah kepleset tutup aib tersebut. Jangan ceritakan kepada siapapun,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mencontohkan sebuah kisah di masa Rasulullah SAW, ketika seseorang datang untuk mengakui dosa zina dan meminta disucikan. Namun, Rasulullah justru berulang kali mencoba mengalihkan pengakuan tersebut, seolah memberi kesempatan agar aib itu tidak perlu diungkap secara terang-terangan.
“Ada seorang datang ke Rasulullah, "Ya Rasulullah, aku kepeleset dalam zina. Sucikan aku, ya Rasulullah." Nabi mengatakan mungkin kamu tidak sampai zina. Dialihkan Nabi, mungkin hanya bersentuhan saja. Tidak, ya Rasulullah, aku berzina,” terangnya.
Buya Yahya juga menekankan bahwa jalan terbaik setelah melakukan kesalahan adalah memperbanyak taubat kepada Allah, bukan kepada manusia. Ia mengajak umat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, terutama di waktu-waktu sunyi seperti malam hari.
“Kemudian setelah itu mengadulah di tengah malam kepada Allah dengan tetesan air mata. Sebab-sebab yang menjadikan Anda terjatuh zina, Anda jauhkan semuanya,” terangnya lagi.
Tak hanya itu, ia juga memberikan harapan bagi siapa saja yang pernah melakukan kesalahan. Menurutnya, sebesar apa pun dosa seseorang, pintu ampunan Allah selalu terbuka selama ada penyesalan yang tulus.





